Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Penyuluh Agama Honorer dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan di Masyarakat Desa Batu Dewa Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Din, Cik
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v1i1.81

Abstract

This study discussed on the effectiveness of the role and function of religious concelor in the society of Batu Dewa. It is considered by the lack of religious activities accompanied with the development of non-Muslim community. Then the synchronization between duty and registration of religious honorary counselor on the conditions of diversity and the society religious activities in the office of Religious Affairs District of Curup Utara. This research was a qualitative. The data collection was done by conducting observation, interviews and documentation. Data analysis was done by reviewing all data starting from data collection, data reduction, data display, and conclusion or verification. The results showed that the role of religious honorary concelor in improving religious activities in the community of Batu Dewa were: as a facilitator, mediator and motivator in implementing the guidance of reading and writing the Quran, taking part in Islamic commemorating activities, and deliver islamic speech in the society. There were two Factors determined the changes of the worship behavior of children in the Batu Dewa of Curup Utara District, namely: internal factors interms of: motivation, talent, and needs. Then external factors in the forms of social, cultural, physical environment and spiritual environment.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMP 5 REJANG LEBONG Sari, Zaitun Tri Mulya; din, Cik; Adriansyah, Verdydo; Anggraini, Ravita Putri; Merliani, Vika
Jurnal Pendidikan Guru Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v5i3.794

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan guru belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yaitu dengan aspek konten, proses atau produk. Masih adanya Guru yang melaksanakan 1 metode dalam kegiatan pembelajaran, Kurangnya pemahaman Guru tentang pendekatan pembelajaran berbasis berdiferensiasi baik dalam persiapan maupun dalam implementasinya, Masih kurangnya guru dalam memanfaatkan media-media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui Implementasi pembelajaran diferensisasi dalam kurikulum merdeka dan Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran diferensisasi dalam kurikulum merdeka di SMP N 5 Rejang Lebong.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field reseach) dan menggunakan pendekatan deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SMP N 5 Rejang Lebong. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan tenik analisis data menggunakan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclution drawing and varification (penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi sudah diterapkan di SMP N 5 Rejang Lebong. pembelajaran berdiferensiasi memerlukan persiapan-persiapan yang baik. Seorang guru sangat berperan penting dalam pembelajaran diferensiasi. Untuk mendukung keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi diperlukan suasana lingkungan belajar yang kondusif. Bentuk pembelajaran berdiferensiasi di kelas dapat mencakup tiga jenis, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Kendala yang sering ditemui yaitu masih belum bisa beradaptasi dengan pembelaran berdiferensiasi. Oleh karen itu Seorang guru juga harus melakukan evaluasi sesudah melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tujuan agar mengetahui apakah perencanaan pembelajaran dan proses sudah diterima dengan baik oleh siswa. adapun kelebihan pembelajaran diferensiasi ini sangat banyak sekali seperti pembelajaran lebih bervariasi, dengan adanya pembelajaran bervariasi tentunya siswa tidak cepat bosan, guru dan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan melatih guru mengetahui perbedaan respon belajar belajar setiap peserta didik. Sedangkan kekurangan dari pembelajaran berdiferensiasi ini yaitu siswa belum bisa beradaptasi dengan baik karena pembelajaran ini masih baru dilaksanakan jadi kecendrungan siswa tidak dapat memahami pembelajaran yang sering dibeda-bedakan dengan teman lainnya.