Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENUMBUHKAN KECERDASAN LITERASI ANAK SEJAK DINI MELALUI KEGIATAN MENDONGENG PADA SISWA RA NUR INSANI JEMUR WONOSARI SURABAYA Afina Faradila Unsha; Anjeli Mariyatul Qibtiyah; Athifah Zukhruf Nisabaha; Atik Azzahra Nurfadillah; Candra Bhakti Susilo; Marsha Miranda; Jiphie Gilia Indriyani; Moh Atikurrahman
Buletin Abdi Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas YPPI Rembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47686/bam.v4i1.614

Abstract

Mendongeng adalah suatu tradisi lisan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang sudah ada sejak waktu yang lama yang bertujuan untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain, baik untuk remaja maupun anak-anak. Sastra anak merupakan kesusastraan yang menceritakan tentang pengetahuan keseharian anak dengan tujuan agar anak-anak dapat mempelajari contoh berkehidupan yang baik. Sastra anak dapat disampaikan kepada anak melalui tulisan dan lisan. Hal tersebut memudahkan kegiatan penyampaian dongeng kepada anak-anak.oleh sebab itu kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mendongeng untuk anak di RA Nur InsaniĀ  guna melestarikan kegiatan mendongeng.
Reimagining textuality: Digital convergence and literary adaptation in Indonesia Moh Atikurrahman
Lingua Technica: Journal of Digital Literary Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Literary engagement in the digital age: interactions and imagination
Publisher : Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal LPTNU (ARJUNU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/lingtech.v1i1.30

Abstract

This article explores the multimodal circulation of Indonesian literary texts through television and digital adaptations, focusing on their implications for the conceptualization and cultural valuation of literature in the digital age. The technological boom and evolving reading practices have shaped how literature is disseminated, especially through intersemiotic media platforms. Drawing on theories of cyberculture and media convergence (David Bell dan Tim Dwyer), this study analyzes examples such as the adaptation of Laskar Pelangi by Andrea Hirata into film and television, Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer into cinema, and Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck by Hamka into both screen and digital fandoms. These cases reveal a cultural ecosystem in which television, internet platforms, and user-generated content converge to sustain literary texts and cultivate new modes of engagement. The shift from print-centered authority to interactive and collaborative reinterpretation challenges traditional notions of originality and authorship while expanding access to literature across social strata.