Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Hak Asasi Manusia Terhadap Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 Mazaya Nieta Putri Ghaisani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 6 (2023): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8395053

Abstract

Banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang beroperasi di luar negeri telah menghadirkan sejumlah konsekuensi, baik yang positif maupun negatif, bagi keadaan ketenagakerjaan di Indonesia. Sisi positif dari pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri meliputi penciptaan peluang pekerjaan bagi warga Indonesia, yang pada gilirannya memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan hidup pribadi dan keluarga mereka. Selain itu, hal ini juga menghasilkan aliran devisa yang signifikan, yang digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas dan infrastruktur di dalam negeri. Di sisi lain, dampak negatif yang muncul melibatkan risiko tindakan kekerasan, penganiayaan, dan pelecehan terhadap Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Kehadiran mereka di luar negeri mencerminkan dorongan untuk mencari penghasilan lebih baik karena keterbatasan lapangan kerja dan pendapatan yang rendah di Indonesia. Sebagai tanggapan terhadap kebutuhan ini, pemerintah Indonesia telah mengesahkan peratruan mengenai Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, yang dirancang untuk memastikan bahwa hak asasi manusia para pejuang devisa dihormati dan terlindungi haknya dengan penuh. Meskipun ada berbagai tantangan dalam implementasi Undang-Undang ini, peran pemerintah tetap sangat penting dalam upaya melindungi hak-hak dasar tenaga kerja luas negeri. 
Optimalisasi Hak Asasi Manusia Terhadap Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 Mazaya Nieta Putri Ghaisani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 6 (2023): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8395053

Abstract

Banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang beroperasi di luar negeri telah menghadirkan sejumlah konsekuensi, baik yang positif maupun negatif, bagi keadaan ketenagakerjaan di Indonesia. Sisi positif dari pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri meliputi penciptaan peluang pekerjaan bagi warga Indonesia, yang pada gilirannya memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan hidup pribadi dan keluarga mereka. Selain itu, hal ini juga menghasilkan aliran devisa yang signifikan, yang digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas dan infrastruktur di dalam negeri. Di sisi lain, dampak negatif yang muncul melibatkan risiko tindakan kekerasan, penganiayaan, dan pelecehan terhadap Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Kehadiran mereka di luar negeri mencerminkan dorongan untuk mencari penghasilan lebih baik karena keterbatasan lapangan kerja dan pendapatan yang rendah di Indonesia. Sebagai tanggapan terhadap kebutuhan ini, pemerintah Indonesia telah mengesahkan peratruan mengenai Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, yang dirancang untuk memastikan bahwa hak asasi manusia para pejuang devisa dihormati dan terlindungi haknya dengan penuh. Meskipun ada berbagai tantangan dalam implementasi Undang-Undang ini, peran pemerintah tetap sangat penting dalam upaya melindungi hak-hak dasar tenaga kerja luas negeri.