p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Juiperdo
Catharina Dwiana Wijayanti
STIK Sint Carolus Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPROVING CRITICAL THINKING ABILITY OF NURSE OF NURSE AFTER INTERACTIVE REFLEKTIVE SUPERVISION BY HEADS ROOM NURSES AT HOSPITAL X JAKARTA sulistyo rini; Catharina Dwiana Wijayanti; Sudibyo Supardi
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1493

Abstract

Latar Belakang : Perawat harus memiliki kompetensi berpikir kritis, sehingga mampu untuk mengenali, menginterpretasi makna, dan merespon dengan tepat setiap masalah kesehatan pasien. Pemenuhan kompetensi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk supervisi klinis oleh kepala ruang secara konsisten dan terstruktur mengacu pada prosedur dan pedoman yang sudah ditetapkan. Tujuan : Mengetahui keterampilan berpikir kritis perawat pelaksana setelah supervisi reflektif interaktif kepala ruang di Rumah Sakit X Jakarta. Metode : Penelitian menggunakan pre eksperiment dengan One Group Pretest and Posttest Design dengan total sampel 48 orang perawat pelaksana dan 7 Kepala Ruang di ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Jakarta. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner keterampilan berpikir kritis dan evaluasi pelaksanaan supervisi oleh kepala ruang. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Hasil : Kemampuan berpikir kritis pada kategori cukup 72,9%. Keterampilan berpikir kritis perawat pelaksana sesudah supervisi reflektif interaktif kepala ruang meningkat secara bermakna (p Value = 0,009).tidak ada hubungan bermakna antara usia (p Value = 0,176), pendidikan (p Value = 0,875), masa kerja perawat pelaksana (p Value = 0,875) dan peningkatan keterampilan berpikir kritis. Ada hubungan bermakna antara jenjang karir dan keterampilan berpikir kritis (p Value = 0,007). Kesimpulan : Supervisi reflektif interaktif mengarahkan perawat secara konsisten dan terstruktur untuk dapat berpikir kritis dan memiliki level kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai jenjang kompetensi klinis yang dimilikinya, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada pasien dan keluarga dan melakukan kolaborasi dengan professional kesehatan lain.
IMPROVING CRITICAL THINKING ABILITY OF NURSE OF NURSE AFTER INTERACTIVE REFLEKTIVE SUPERVISION BY HEADS ROOM NURSES AT HOSPITAL X JAKARTA sulistyo rini; Catharina Dwiana Wijayanti; Sudibyo Supardi
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1493

Abstract

Latar Belakang : Perawat harus memiliki kompetensi berpikir kritis, sehingga mampu untuk mengenali, menginterpretasi makna, dan merespon dengan tepat setiap masalah kesehatan pasien. Pemenuhan kompetensi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk supervisi klinis oleh kepala ruang secara konsisten dan terstruktur mengacu pada prosedur dan pedoman yang sudah ditetapkan. Tujuan : Mengetahui keterampilan berpikir kritis perawat pelaksana setelah supervisi reflektif interaktif kepala ruang di Rumah Sakit X Jakarta. Metode : Penelitian menggunakan pre eksperiment dengan One Group Pretest and Posttest Design dengan total sampel 48 orang perawat pelaksana dan 7 Kepala Ruang di ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Jakarta. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner keterampilan berpikir kritis dan evaluasi pelaksanaan supervisi oleh kepala ruang. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Hasil : Kemampuan berpikir kritis pada kategori cukup 72,9%. Keterampilan berpikir kritis perawat pelaksana sesudah supervisi reflektif interaktif kepala ruang meningkat secara bermakna (p Value = 0,009).tidak ada hubungan bermakna antara usia (p Value = 0,176), pendidikan (p Value = 0,875), masa kerja perawat pelaksana (p Value = 0,875) dan peningkatan keterampilan berpikir kritis. Ada hubungan bermakna antara jenjang karir dan keterampilan berpikir kritis (p Value = 0,007). Kesimpulan : Supervisi reflektif interaktif mengarahkan perawat secara konsisten dan terstruktur untuk dapat berpikir kritis dan memiliki level kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai jenjang kompetensi klinis yang dimilikinya, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada pasien dan keluarga dan melakukan kolaborasi dengan professional kesehatan lain.