Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengimplementasian Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Pemberdayaan Keluarga Dalam Pencegahan Stunting Di Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Indah Santia; Rahmadani Yusran; Muhammad Farid Surya; Naufal Al Haady
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v3i2.2130

Abstract

Stunting by age (short) is height less than minus two standard deviations (<-2SD) based on the WHO Child Growth Standard Nutritional Status Chart. Stunting can be a major threat to the quality of Indonesia's population and its competitiveness. Factors that must be met to implement a balanced nutritional diet include adequacy of quantity and quality, diverse nutritional content in daily life, and the ability to store nutrients to meet the needs of the body. Studies have shown that stunting interferes with children's physical development, causing brain development to be suboptimal at its peak. Research also shows that stunting in Indonesia, especially in Nagari Pariangan, Tanah Datar Regency, interferes with children's social and emotional development. The causes of stunting are divided into two categories, namely biological causes and environmental causes. The application of a balanced nutrition diet emphasizes food consumption patterns in terms of variety and quantity, following the principle of food diversity to prevent nutritional problems. Factors that must be met in applying a balanced diet include the adequacy of quantity, quality, and content of various nutrients in daily life. This research was conducted to further examine how to improve the nutritional status of toddlers through family empowerment in preventing stunting in Nagari Pariangan, Tanah Datar district, West Sumatra province. The researcher used qualitative analysis techniques to observe how the implementation of improving toddler nutrition through family empowerment in preventing stunting through outreach activities on understanding stunting and directly went to the field to collect data on families who have children aged 0-5 years in Nagari Pariangan, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province
Implikasi Kebijakan Sanksi Administratif Pelaku Parkir Liar Oleh Dinas Perhubungan Kota Padang Dalam Meningkatkan Ketertiban Dan Keamanan Lalu Lintas Muhammad Farid Surya; Aldri Frinaldi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i1.1809

Abstract

Parkir liar merupakan pelanggaran peraturan lalu lintas atas adanya rambu dilarang parkir, dilarang berhenti dan dilarang menepi di bahu jalan. Dengan adanya penerapan kebijakan sanksi administratif pelaku parkir liar oleh Dinas Perhubungan Kota Padang ini memberikan efek jera terhadap pelaku parkir liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implikasi Kebijakan Sanksi Administratif Pelaku Parkir Liar Oleh Dinas Perhubungan Kota Padang. Studi ini berjenis kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dan sudut pustaka serta studi interview, dokumentasi dan pengamatan non patisipan. Hasil studi adalah dapat diketahui bahwa kebijakan sanksi administratif terhadap parkir liar di Kota Padang belum baik. Berdasarkan data di lapangan, masih banyaknya pelaku parkir liar yang memakirkan kendaraan di tempat-tempat yang sudah terdapat rambu dilarang parkir, hal ini disebabkan karena tidak adanya lahan parkir resmi yang memadai, serta masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam ketertiban berlalu lintas. Namun, terdapat dampak positif dengan adanya kebijakan ini untuk masa mendatang, yaitu agar pemerintah berupaya membuat sistem parkir elektronik kedepannya. Dari hasil tersebut dapat dikatakan implikasi kebijakan sanksi administratif pelaku parkir liar oleh Dinas Perhubungan Kota Padang belum cukup berpengaruh untuk mengoptimalkan kepatuhan pengguna lalu lintas di Kota Padang.