Oral Oko
Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tugas dan Tanggung Jawab Jemaat kepada Gembala Menurut Surat Ibrani 13:17-18 Oral Oko; Lidia Jenrin Filtje Sondakh; Vivi Tangke Datu
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.497

Abstract

Tugas dan tanggung jawab memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan manusia. Seseorang akan bertindak seenaknya jika tidak memiliki beban. Sebaliknya, jika memiliki kewajiban maka akan mendorong untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik.  Dalam hal ini akan dipaparkan bagaimana tugas dan tanggung jawab jemaat kepada gembala menurut Ibrani 13:17-18. Untuk memperoleh hasil penelitian dari suatu teks Alkitab, maka peneliti memakai metode eksegesis guna mempelajari Alkitab secara sistematis dan memaknai pesan dari teks yang akan diteliti dengan benar. Kesimpulannya, jemaat memiliki tugas dan tanggung jawab kepada gembala yaitu taat, tunduk, dan berdoa.
Harapan Kristen: Antara Keterlibatan Ilahi dan Paradoks Ketersembunyian dalam Dinamika Kehidupan Manusia Bernhard Hehakaya; Daud Manno; Oral Oko
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i2.239

Abstract

This article explores the important role of hope in the Christian life by exploring the concept of hope in the Bible and the development of the theology of hope from the Old Testament to the New Testament. This research highlights that Christian hope is not just optimism based on current conditions, but a belief in divine promises that create new forces from outside the current situation. Theological analysis emphasizes the role of perseverance in nurturing hope amidst challenges and suffering. The article also discusses the paradox between divine involvement and God's hiddenness, emphasizing that Christian hope cannot always be predicted from the current situation, but rather stems from the promise of a certain future existence for humans. The results of this research say that hope is not just an emotional aspect or optimism, but a certainty that grows from belief in God who is involved in every aspect of life. Through this paradox, hope becomes a driver of courage and strength, creating a firm anchor that guides the steps of His people on the journey of life. Artikel ini mendalam tentang peran penting harapan dalam kehidupan Kristen dengan mengeksplorasi konsep harapan dalam Alkitab dan perkembangan teologi pengharapan dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Penelitian ini menyoroti bahwa harapan Kristen tidak hanya sekadar optimisme berdasarkan kondisi saat ini, tetapi sebuah keyakinan pada janji-janji ilahi yang menciptakan kekuatan baru dari luar situasi kini. Analisis teologis menekankan peran ketekunan dalam merawat harapan di tengah tantangan dan penderitaan. Artikel juga membahas paradoks antara keterlibatan ilahi dan ketersembunyian Tuhan, menegaskan bahwa harapan Kristen tidak selalu dapat diprediksi dari situasi saat ini, melainkan bersumber dari janji keberadaan masa depan yang pasti bagi manusia. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa harapan bukan hanya aspek emosional atau optimisme, tetapi kepastian yang tumbuh dari keyakinan akan Tuhan yang terlibat dalam setiap aspek kehidupan. Melalui paradoks ini, harapan menjadi pendorong keberanian dan kekuatan, menciptakan suatu jangkar kokoh yang memandu langkah umat-Nya dalam perjalanan kehidupan.
Harapan Kristen: Antara Keterlibatan Ilahi dan Paradoks Ketersembunyian dalam Dinamika Kehidupan Manusia Bernhard Hehakaya; Daud Manno; Oral Oko
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 6 No. 2: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i2.239

Abstract

This article explores the important role of hope in the Christian life by exploring the concept of hope in the Bible and the development of the theology of hope from the Old Testament to the New Testament. This research highlights that Christian hope is not just optimism based on current conditions, but a belief in divine promises that create new forces from outside the current situation. Theological analysis emphasizes the role of perseverance in nurturing hope amidst challenges and suffering. The article also discusses the paradox between divine involvement and God's hiddenness, emphasizing that Christian hope cannot always be predicted from the current situation, but rather stems from the promise of a certain future existence for humans. The results of this research say that hope is not just an emotional aspect or optimism, but a certainty that grows from belief in God who is involved in every aspect of life. Through this paradox, hope becomes a driver of courage and strength, creating a firm anchor that guides the steps of His people on the journey of life. Artikel ini mendalam tentang peran penting harapan dalam kehidupan Kristen dengan mengeksplorasi konsep harapan dalam Alkitab dan perkembangan teologi pengharapan dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Penelitian ini menyoroti bahwa harapan Kristen tidak hanya sekadar optimisme berdasarkan kondisi saat ini, tetapi sebuah keyakinan pada janji-janji ilahi yang menciptakan kekuatan baru dari luar situasi kini. Analisis teologis menekankan peran ketekunan dalam merawat harapan di tengah tantangan dan penderitaan. Artikel juga membahas paradoks antara keterlibatan ilahi dan ketersembunyian Tuhan, menegaskan bahwa harapan Kristen tidak selalu dapat diprediksi dari situasi saat ini, melainkan bersumber dari janji keberadaan masa depan yang pasti bagi manusia. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa harapan bukan hanya aspek emosional atau optimisme, tetapi kepastian yang tumbuh dari keyakinan akan Tuhan yang terlibat dalam setiap aspek kehidupan. Melalui paradoks ini, harapan menjadi pendorong keberanian dan kekuatan, menciptakan suatu jangkar kokoh yang memandu langkah umat-Nya dalam perjalanan kehidupan.
Partikularitas dan Universalitas: Soteriologi Paulus di Roma 3 Aser Airey; Doni Heryanto; Oral Oko
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 7 No. 1: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v7i1.273

Abstract

This research discusses the theological understanding of how salvation works particularly for God’s chosen people, as well as the universality of the offer of salvation for all humanity. Romans 3 serves as a significant foundation for this understanding, where Paul explains that all humans have fallen into sin and need God’s grace through faith in Jesus Christ. The purpose of this study is to deeply analyze the role of grace in salvation and how the theological views of particular and universal salvation can be understood in light of Paul’s soteriology. By referring to Romans 3:22-23, this research also seeks to explain the connection between justification by faith and the universality of sin, which necessitates salvation through Christ. The method used in this research is a descriptive qualitative method with an expository approach to the biblical text, particularly the letter to the Romans. Textual analysis is carried out to explore the theological meaning of the concept of salvation in the context of Paul’s teachings. The results of the study show that while Paul speaks about the election of the chosen people, he still affirms that salvation is offered to all humanity through faith. Thus, Paul’s understanding of salvation unites both particular and universal aspects in the redemptive work of Christ. Penelitian ini membahas latar belakang pemahaman teologis tentang bagaimana keselamatan bekerja secara partikular bagi umat pilihan Allah, serta universalitas tawaran keselamatan bagi semua manusia. Roma 3 menjadi landasan penting dalam pemahaman ini, di mana Paulus menjelaskan bahwa semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan membutuhkan anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam peran kasih karunia dalam keselamatan dan bagaimana pandangan teologi partikular dan universal dapat dipahami dalam terang soteriologi Paulus. Dengan mengacu pada Roma 3:22-23, penelitian ini juga berusaha menjelaskan keterkaitan antara pembenaran oleh iman dan universalitas dosa yang menuntut keselamatan melalui Kristus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksposisi teks Alkitab, khususnya surat Roma. Analisis teks dilakukan untuk mengeksplorasi makna teologis dari konsep keselamatan dalam konteks ajaran Paulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus, meskipun berbicara tentang pemilihan umat pilihan, tetap menegaskan bahwa keselamatan ditawarkan kepada semua manusia melalui iman. Dengan demikian, pemahaman keselamatan Paulus menyatukan aspek partikular dan universal dalam karya penebusan Kristus.