Erzi Aqson Gani
Universitas Pertahanan RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN MANAJEMEN ORGANISASI PERTAHANAN BERBASIS AKUISISI Trisno Iswandi; Hendrana Tjahjadi; Yogaswara Yogaswara; Erzi Aqson Gani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 8 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i8.2023.4096-4103

Abstract

          Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi persenjataan diberbagai negara mengalami transformasi sangat cepat, jauh meninggalkan negara yang sedang berkembang salah satunya Indonesia. Sangat dibutuhkan acuan dalam penguasaan teknologi persenjataan secara mandiri seperti yang terjadi di beberapa negara maju sebagai contoh Korea Selatan, Singapura, Cina, India, Turki, Australia, dan Canada. Negara-negara tersebut telah menerapkan sistem akuisisi dengan didukung oleh regulasi menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pertahanan kekinian dijalankan secara konsisten dan tidak lagi terfokus pada procurement(pengadaan) semata.  Akuisisi pertahanan memiliki cakupan luas memungkin banyak hal yang dapat dilakukan seperti riset, desain, transfer serta penguasaan teknologi, pengadaan, produksi, pelatihan, dan modifikasi.  Dengan tidak terpaku pada satu proses pengadaan saja, maka akuisisi pertahanan menjadi pilihan, semestinya diadopsi untuk perubahan dalam dunia Pertahanan dan keamanan dalam negeri terkhusus pengembangan Alat utama sistem persenjataan (Alutsista) berbasis pada penguasaan teknologi kunci terutama sebagai penggunanya TNI (Angkatan Udara, Laut, dan Darat).          Penulisan ini menggunakan penelitian berbasis studi literatur dan tinjauan kepustakaan dengan mengembangkan teori yang ada, sehingga dapat memperkuat dalam pembahasannya.  Memberikan gambaran dengan jelas bagaimana konsep pembangunan sistem pertahanan yang terukur.          Pada akhirnya Indonesia perlu melakukan reformasi secara total dalam pembangunan konsep sistem pertahanan, melalui penguasaan secara penuh terhadap teknologi kunci dari Alutsista yang digunakan dalam mempertahankan kedaulatan dalam negeri terhadap potensi ancaman yang akan terjadi suatu waktu, tanpa adanya sistem deteksi dini potensi ancaman tersebut akan menjadi kenyataan yang secara tidak sadar telah menembus sistem pertahanan dan merenggut kedaulatan bangsa negara Indonesia.