Faisal Romdonih
Universitas Nasional Jakarta, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Analisa atas Eksistensi Badan Pembinan Sosial (BPS) Masjid Al Fajri dalam Memutus Mata Rantai Kemiskinan Rakyat Perkotaan Sazali Sazali; Faisal Romdonih
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v3i3.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) memperoleh informasi mengenai bentuk pemberdayaan anak terlantar usia sekolah, (2) memperoleh informasi mengenai dampak untuk anak terlantar paska kegiatan pemberdayaan di Rumah Yatim dan Dhuafa, 3) memperoleh informasi mengenai faktor-faktor yang mendukung dan menghambatdalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan anak terlantar usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah, anak-anak terlantar usia sekolah binaaan para Yatim Dhufa di Badan Pembinaan Sosial (BPS) Yayasan Al Fajri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Model penelitian ini akan menggambarkan: (1) bentuk pemberdayaan bagi anak terlantar usia sekolah yakni Konseling anak, Pendidikan,Pelatihan dan Keterampilan, (2) Dampak untuk anak terlantar paska pemberdayaan: (a) dalam segi ekonomi, anak terlantar mampu memenuhi kebutuhan dengan menggunakan keterampilan yang diperoleh untuk bekerja, (b) dalam segi sosial, anak dapat berbaur dengan masyarakat dalam kehidupannya, dan (c) dalam segi psikologis, anak terlantar termotivasi untuk merubah pola hidupnya menjadi teratur dan mempunyai semangat untuk hidup mandiri. (3) faktor pendukung dalam pelaksanaan pemberdayaan anak jalanan, yaitu: (a) adanya dukungan dari masyarakat dan mahasiswa, (b) bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah daerah, dan (c) semangat dari anak terlantar yang ingin hidupnya berubah, maju dan mandiri.