Endang Titi Amrihati, Endang Titi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI BMC MENINGKATKAN KADAR PROTEIN KUE KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN Somali, Lanita; Karina, Sa’diah Multi; Amrihati, Endang Titi
GIZI INDONESIA Vol 36, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v36i1.115

Abstract

Protein hewani merupakan zat gizi yang baik untuk pertumbuhan tubuh dan mempunyai nilai biologi yang lebih tinggi dibanding dengan protein nabati. Oleh sebab  itu dalam penelitian ini digunakan tepung ikan untuk  meningkatkan  protein  score  bahan  dasar  kue  kering.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui pengaruh formula BMC tepung ikan terhadap kualitas organoleptik dan proksimat kue kering.   Penelitian eksperimental  dengan  RAL  1  perlakuan,  6  taraf  dan  3  replikasi  diawali  dengan  menghitung  PS≥69 berbagai formula  BMC.  Uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh berbagai formula terhadap warna, rasa,  dan  tekstur.  Sebaliknya  ada  pengaruh  berbagai  formula  terhadap  aroma  kue  kering.  Berdasarkan hasil penilaian panelis terhadap produk, panelis menyukai kue kering dengan perlakuan T-2, BMC dengan PS 81,2 mempunyai karakteristik: warna kuning keemasan, rasa cukup asin terasa gurih, renyah-kompak saat digigit dan sedikit beraroma ikan dengan 5,63% kadar air, 1,91gram abu, 6,74gram protein, 29,47gram lemak dan 56,26  gram karbohidrat. Disarankan untuk mengembangkan kue kering dengan menggunakan tepung lain.Keywords: protein score, BMC, kue kering, tepung ikan
FORMULASI BMC MENINGKATKAN KADAR PROTEIN KUE KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN Somali, Lanita; Karina, Sa?diah Multi; Amrihati, Endang Titi
GIZI INDONESIA Vol 36, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.432 KB) | DOI: 10.36457/gizindo.v36i1.115

Abstract

Protein hewani merupakan zat gizi yang baik untuk pertumbuhan tubuh dan mempunyai nilai biologi yang lebih tinggi dibanding dengan protein nabati. Oleh sebab  itu dalam penelitian ini digunakan tepung ikan untuk  meningkatkan  protein  score  bahan  dasar  kue  kering.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui pengaruh formula BMC tepung ikan terhadap kualitas organoleptik dan proksimat kue kering.   Penelitian eksperimental  dengan  RAL  1  perlakuan,  6  taraf  dan  3  replikasi  diawali  dengan  menghitung  PS?69 berbagai formula  BMC.  Uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh berbagai formula terhadap warna, rasa,  dan  tekstur.  Sebaliknya  ada  pengaruh  berbagai  formula  terhadap  aroma  kue  kering.  Berdasarkan hasil penilaian panelis terhadap produk, panelis menyukai kue kering dengan perlakuan T-2, BMC dengan PS 81,2 mempunyai karakteristik: warna kuning keemasan, rasa cukup asin terasa gurih, renyah-kompak saat digigit dan sedikit beraroma ikan dengan 5,63% kadar air, 1,91gram abu, 6,74gram protein, 29,47gram lemak dan 56,26  gram karbohidrat. Disarankan untuk mengembangkan kue kering dengan menggunakan tepung lain.Keywords: protein score, BMC, kue kering, tepung ikan
Penerapan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pertumbuhan Dan Kesehatan Bayi Usia 2 Bulan Lepong, Maria; Amrihati, Endang Titi; Hosizah, Hosizah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1237

Abstract

AbstractEarly Initiation of Breastfeeding (IMD) is a government program to increase the quality and quantity of breast feeding for infants. Breast milk is the main food for infants, it also reduce the risk of infectious diseases that can adversely affect to the growth of infants. The objective of this study was to understanding the effect of IMD on the growth and health for infants aged 2 months. This study is retrospective study with total sample was 41 and get data from KMS with the complete data of birth weight and routinely monitored every month until the age of 2 months. The infants do not have abnormality or specific disease since birth. The Indicators of this study is IMD with breastfeeding within 1 hour after birth. The growth of infants, measured by an increase in body weight (BW ) and body length ( PB ) from birth until the age of 2 months. The health data, measured by the frequency of occurrence of illness from birth until the age of 2 months. Analysis of the data using T-test Independent and regression test. The results shows the number of infants who with IMD is 31.96 %. The average of weight and length infants who with IMD greater than infants with non-IMD. The increase average of weight and length for infant with IMD respectively are ± 179.89 g ( t = 2.197 , p = 0.034 ) and ± 2.138 cm ( t = 2.197 , p = 0.034 ). The incidence of illness in infants with IMD less than infants with non-IMD, which is about -7.034 ( t = 1.953 , p = 0.048 ) scor event of sickness. IMD in this study led to the growth and health of infants to be better than non-IMD. Keywords: IMD, Growth and Health, Infants 2 months  AbstrakInisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberian ASI kepada bayi.  ASI merupakan makanan utama bagi bayi, ASI juga dapat mengurangi risiko penyakit infeksi yang dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan bayi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh IMD terhadap pertumbuhan dan kesehatan bayi berusia 2 bulan. Penelitian bersifat retrospektif dengan sampel berjumlah 41 dan memiliki data KMS  dan  berat  badan  lengkap dari kelahiran dan dipantau  rutin  setiap  bulannya hingga berusia 2 bulan. Bayi tidak mempunyai kelaianan atau penyakit khusus sejak lahir. Indikator penelitian ini ialah IMD yaitu pemberian ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir. Pertumbuhan bayi, diukur berdasarkan peningkatan  berat badan (BB) dan panjang badan (PB) sejak lahir sampai usia 2 bulan. Kesehatan, diukur berdasarkan frekuensi kejadian sakit dari lahir sampai usia 2 bulan. Analisa data yang digunakan adalah uji T dan uji regresi., Berdasarkan hasil analisis diketahui jumlah bayi yang IMD sebesar 31,96%. Rata-rata BB dan PB bayi IMD lebih besar dibandingkan bayi non-IMD. Bayi IMD rata-rata peningkatan BB ±179,89g (t=2,197; p=0,034) dan rata-rata peningkatan PB ±2,138cm (t=2,197; p=0,034). Kejadian sakit pada bayi IMD lebih sedikit dibandingkan bayi non-IMD, yaitu sebanyak -7,034 (t=1,953; p=0,048) scor kejadian sakit. IMD dalam studi ini menyebabkan pertumbuhan dan kesehatan bayi menjadi lebih baik dibandingkan non-IMD Kata Kunci: IMD, Pertumbuhan dan Kesehatan, Bayi usia 2 bulan