Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Sikap Muroqobah dan Mahabah Pada Jamaah Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Suryabuana Pakis Kabupaten Magelang Tahun 2022 Riza Apriani; Mukh Nursikin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1058

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara pondok pesantren surya buana mendidik para santri atau jamaah yang menimba ilmu di pesantren tersebut. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penulisan ini menggunakan metode wawancara, obserwasi dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dari pengasuh pondok pesantren, Ustadz dan jamaah. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa pembinaan yang dilakukan untuk menumbuhkan rasa Muroqobah dan Mahabbah pada jamaah antara lain: dengan istiqomah berdzikir, manaqiban, khataman Qur’an dan lain-lain, akan tetapi cara yang paling ampuh untuk menumbuhkan Muroqobah dan Mahabbah di pondok pesantren ini menggunakan cara dzikrullah dalam pembinaannya. Metode ini sangat efektif, karena dengan mengingat Allah akan muncul dengan sendirinya rasa muroqobah dan mahabbah itu. Akan tetapi, selain pembinaan yang dilakukan, adapula faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan, Salah satu faktor penghambatnya adalah munculah rasa ke-aku-an yang menimbulkan rasa sombong, dianggap ajaran sesat,dan faktor malas yang dialami pada setiap jamaah. Adapula faktor pendukungnya adalah, di pondo suryabuana ini di ajarkan untuk selalu melakukan atau mengikuti kegiatan rutin seperti manaqiban, diskusi keilmuan, dan lain-lain. Faktor pendukung itu sangat membantu para jamaah untuk lebih semangat dan lebih giat lagi memperdalam ilmu agama terutama di dunia tasawuf.
Filsafat Pendidikan Berbasis Sistematika Wahyu: Telaah Pendidikan Nilai Pada SD Integral Hidayatullah Salatiga M. Zana Khoirin Zahwan; Mukh Nursikin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1571

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang filsafat pendidikan Islam berbasis Sistematika Wahyu dengan model pembelajaran pendidikan Islam berbasis tauhid (PIBT) di SD Integral Hidayatullah Salatiga. Tujuannya untuk mengkaji pemikiran filsafat pendidikan Abdullah Said, terutama melalui konsep Sistematika Wahyu yang menjadi dasar pembentukan sistem pendidikan Hidayatullah, mengetahui apa saja peran guru dalam pelaksanaannya, serta melihat potensi Sistematika Wahyu sebagai model pendidikan nilai yang mampu menjadi alternatif transformatif dalam sistem pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan dan lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi berupa observasi lokasi, dokumentasi dan wawancara dengan responden terdiri dari kepala yayasan, waka kurikulum, dan segenap informan berdasarkan rekomendasi responden pertama, dianalisis melalui teknik penyajian data, seleksi data dan analisis data. Sebagai temuannya, konsep ini menjadikan tahapan turunnya wahyu sebagai landasan pedagogis dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang bersifat transendental dan integratif. Guru dalam sistem Hidayatullah diposisikan sebagai murabbi, mujahid, dan kader ideologis yang mengemban misi peradaban, tidak sekadar fasilitator pembelajaran. Penelitian ini juga menganalisis tantangan implementasi konsep ini, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, eksklusivitas model, dan sistem pendidikan nasional yang masih linear dan berbasis pada capaian kognitif. Namun demikian, temuan menunjukkan bahwa Sistematika Wahyu memiliki potensi besar untuk diadaptasi dalam pendidikan formal, khususnya dalam mendukung penguatan pendidikan nilai. Pendekatan ini juga membuka ruang dialog epistemologis antara pendidikan tradisional berbasis wahyu dan sistem modern yang humanistik. Temuan menunjukkan bahwa konsep ini memiliki relevansi tinggi dalam membangun sistem pendidikan Islam yang kontekstual, integratif, bernilai, dan berorientasi pada peradaban sebagai kontribusi penting bagi arah baru pendidikan.