Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Dalam Keperawatan Keluarga Tentang Hipertensi Dalam Pemberian Diet Rendah Garam Pada Lanjut Usia (Lansia) Di Puskesmas Martimbang Pematangsiantar Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Shanty Maria Lissanora Fernanda; Norong Perangin-angin; Azis Mangara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1142

Abstract

Hypertension occurs in the age group 31-44 years (31.6%), age 45-54 years (45.3%), age 55-64 years (55.2%). Of the prevalence of hypertension of 34.1%, it is known that 8.8% were diagnosed with hypertension and 13.3% of people diagnosed with hypertension did not take medication and 32.3% did not take medication regularly. This shows that most people with hypertension do not know that they have hypertension so they do not take regular medication now. Various studies have suggested that regular dietary patterns can reduce symptoms of hypertension on a regular basis and can carry out activities properly so that the elderly do not feel burdened in dealing with the disease they are experiencing. The objectives achieved are to provide understanding, understanding and provide health education in hypertension and to increase understanding in treatment regarding low-salt diet patterns and invite the community, especially the elderly around the Health Center of Martangan Pematangsiantar. There has been an increase in the knowledge or understanding of the community at the Martanding Pematangsiantar Health Center regarding various hypertension problems.
Tingkat Kecemasan Orang Tua terhadap Dampak Hospitalisasi Pada Anak di RS Efarina Pematangsiantar Norong Perangin-angin; Santi Widya Purba; Tati Adriana Saragih; Riska Wani EPP; Winda Melisa Peranginangin
Benih : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 01 (2025): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v4i01.354

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi besar untuk menjamin keberlangsungan kehidupan di masa depan, sehingga perlu mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal, termasuk perlindungan dari kondisi yang dapat mengganggu kesejahteraan fisik dan psikologisnya. Salah satu kondisi yang dapat menimbulkan gangguan psikologis adalah hospitalisasi, yang sering kali menjadi pengalaman menakutkan bagi anak akibat lingkungan yang asing, prosedur medis yang menyakitkan, serta perpisahan dengan orang tua. Reaksi negatif seperti kecemasan, perilaku agresif, dan ketidakkooperatifan kerap muncul selama proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan anak terhadap dampak hospitalisasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya di RS Efarina Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 30 anak yang dirawat di ruang perawatan anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak mengalami kecemasan sedang (33,3%) dan berat (33,3%), sementara 23,3% mengalami kecemasan sangat berat dan 10% mengalami kecemasan ringan. Tidak ditemukan anak yang tidak mengalami kecemasan. Faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan meliputi usia (11–16 tahun), jenis kelamin (laki-laki), pengalaman dirawat sebelumnya, tingkat pendidikan, dan sumber informasi. Temuan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang holistik, tidak hanya pada aspek fisik tetapi juga psikologis, melalui intervensi seperti komunikasi terapeutik dan pendampingan emosional. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan anak selama dirawat, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Mengingat anak merupakan aset penting bagi masa depan bangsa, pengelolaan kecemasan secara efektif menjadi bagian integral dalam praktik keperawatan pediatrik yang berkualitas.