Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Kegiatan Penyuluhan Gizi sebagai Penunjang Pencegahan Stunting Desa Pabean Ananda Salsabila; Ertien Rining Nawangsari; Zafiratul 'Izzah; Firda Fitri Soeliyono; Berlianda Khisbatul Ifadah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi stunting adalah suatu kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan anak ter-hambat, biasanya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilanhingga anak berusia 2 tahun. Stunting terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi yang cukup, teru-tama protein, energi, dan zat gizi penting lainnya yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal.Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam penanganan stunting dengan mengeluarkan Per-aturan Presiden No.72 Tentang Percepatan Penurunan Angka Stunting yang kemudian dil-aksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam PerBup No. 15 Tahun 2019. Pera-turan Bupati tersebut berisikan konsep stunting, penanganan stunting, prinsip dan asaspencegahan stunting, sasaran dan strategi kegiatan, peran serta pemerintah daerah hinggadesa dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan dan evaluasi. Dalam per-aturan tersebut disebutkan mengenai prinsip intervensi gizi yaitu pada pasal 4 ayat (1)dan (2). PMT (Pemberian Makanan Tambahan) merupakan salah satu strategi penting untukmengatasi masalah gizi buruk dan defisiensi gizi pada anak anak. Di Desa PabeanSendiri pemberian PMT di posyandu memiliki peran yang krusial dalam memenuhi kebu-tuhan gizi balita. Metode penelitian ini adalah pengabdian masyarakat dengan menggunakanteori gunawan (2007) yaitu perencanaan, pelaksanaan dan monitoring eval-uasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil implementasi ke-bijakan PMT di Desa Pabean.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Pelemwatu Mandiri” di Kabupaten Gresik Firda Fitri Soeliyono; Susi Hardjati
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9252

Abstract

Community empowerment is a process aimed at enhancing the capacity of individuals and groups to achieve independence, productivity, and competitiveness, both economically and socially. One concrete form of community empowerment at the village level is through the establishment of Village-Owned Enterprises (BUMDes) as economic institutions based on local potential. BUMDes not only function as profit-oriented enterprises but also serve as platforms to encourage community participation in village development. This study aims to describe and analyze the process of community empowerment through BUMDes “Pelemwatu Mandiri” in Pelemwatu Village, Menganti Subdistrict, Gresik Regency. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis follows four stages: data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The analysis focuses on four key aspects of empowerment: human development, business development, environmental management, and institutional strengthening. The findings show that BUMDes “Pelemwatu Mandiri” plays an active role in empowering the community through these four aspects and has successfully increased local capacity. Although some obstacles remain, such as low public interest in training programs and limited understanding of technology, in general, BUMDes “Pelemwatu Mandiri” has succeeded in promoting independence and developing the local potential of the village community.