Nurhasanah Sipahutar
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Desa Berdaulat Dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Era Digital Muhammad Saif Aziz; Setia Ningsih; Novia Fehbrina; Nurhasanah Sipahutar; Puan Arliza Azmy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1587

Abstract

Pada Januari 2023 Desa Simonis, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara resmi menjadi desa wisata. Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menandatangani prasasti oleh Bupati Hendriyanto di lokasi wisata alam Gomara Swis Labura, yang ada di Desa Simonis. Diantara daya tarik utama Desa Simonis adalah fokus pada pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran pengembangan Desa Simonis dengan mengoptimalkan potensi serta partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan diskusi publik bersama perangkat desa, GP3D Simonis, masyarakat, dan 3 pemateri lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Simonis Upaya mengoptimalkan Pembangunan wisata alam Gomara Swiss berbasis kearifan local yaitu membuat tari endeng-endeng, kuliner khas Labura serta mini zoo khusus unggas. Pengelolaan ini melibatkan peran masyarakat dengan mengedepankan pada konsep kearifan lokal pada 3 aspek utama. Pertama, adanya upaya menonjolkan potensi alam yang unik yang khusus ada di Desa Simonis berupa keindahan alam. Kedua, mendorong peran masyarakat lokal melalui pengelolaan atraksi wisata tertentu. Setiap kelompok masyarakat diberikan hak mengelola atraksi wisata sesuai dengan keahliannya, di bidang kesenian, kuliner, dan pengelolaan akomodasi wisata. Ketiga, adanya model kelembagaan yang berbasis pada asas kekeluargaan dan bersifat informal. Hal ini menciptakan komunikasi yang lebih efektif antara pengelola Desa Simonis.