Acih Suarsih
Universitas Yatsi Madani

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Status Gizi, Siklus Menstruasi, dan Konsumsi Rokok Elektrik terhadap Nyeri Dismenorea pada Wanita Usia Subur Nurry Ayuningtyas Kusumastuti; Acih Suarsih
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 9 No. 3 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i3.2732

Abstract

Nyeri saat menstruasi sering menimbulkan ketidaknyamanan pada wanita, bahkan terganggunya aktifitas sehari-hari. Kandungan rokok dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormone yang akan berpengaruh terhadap dismenorea. Faktor risiko lainnya yang berkontribusi dalam terjadinya dismenorea, yaitu periode menstruasi dan kegemukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan status gizi, siklus menstruasi, dan konsumsi rokok elektrik terhadap nyeri dismenore pada wanita usia subur. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di vape store wilayah kecamatan Karawaci, Tangerang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling yang dilakukan selama 2 minggu. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner untuk variabel independennya, yaitu status gizi, siklus menstruasi, dan konsumsi rokok elektrik. Variabel dependennya, yaitu nyeri dismenore menggunakan NRS (numeric rating scale). Hasil penelitian ini adalah nilai p-value status gizi terhadap nyeri dismenore sebesar 0.012, siklus menstruasi terhadap nyeri dismenore sebesar 0.000, dan konsumsi rokok elektrik terhadap nyeri dismenore sebesar 0.008. Kesimpulan Terdapat hubungan status gizi, siklus menstruasi, dan konsumsi rokok elektrik terhadap nyeri dismenore.
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi tentang Pentingnya Program KB dan Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Ibu Nifas Nurry Ayuningtyas Kusumastuti; Acih Suarsih
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 4 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i4.17362

Abstract

Angka contraceptive prevalence rate (CPR) merupakan salah satu indikator yang menyumbang angka kematian ibu (AKI). Oleh karena itu program KB harus digalakkan, terutama dalam pemenuhan alat kontrasepsi. Tingginya angka unmet need merupakan salah satu faktor yang menjadi alasan pendampingan dan bimbingan kepada calon peserta KB, serta peningkatan akses dan kualitas dalam pemberian pelayanan KB yang optimal. Oleh karena itu, perlu adanya KIE mengenai program KB dan pemilihan alat kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah focus group discussion (FGD) dan alat ukur menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Hasil pengetahuan ibu nifas sebelum diberikan KIE sebanyak 14 (48,3%) responden berkategori baik dan 15 (51,7%) berkategori tidak baik. Setelah diberikan KIE, responden yang pengetahuan baik menjadi sebanyak 25 (86,2%) responden dan tidak baik sebesar 4 (13,8%). Sikap ibu nifas sebelum diberikan KIE sebesar 15 (51,7%) responden dalam kategori baik dan 14 (48,3%) responden kategori tidak baik. Setelah dilakukan KIE, responden yang memiliki sikap baik sebesar 25 (86,2%) responden dan sebesar 4 (13,8%) sikap yang tidak baik terhadap alat kontrasepsi dan KB.
Pengaruh Pemberian Buah Pepaya Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Acih Suarsih; Putri Solida; Lastri Mei Winarni M.Keb
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 1 No. 2 (2024): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Menurut World Health Organization (WHO) merekomendasikan dua hal penting yang harus dilakukan yaitu, pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan. ASI adalah cairan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi dan melindunginya dari serangan penyakit. Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas pemberian rebusan daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan pendekatan two group pre-test dan post-test group design. Total populasi 30 responden dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah pemberian buah pepaya pada ibu nifas. Dengan desain Uji Man Whitney. Hasil : Berdasarkan output spss "Test Statistics" diketahui Asymp. Sig (2-tailed) pada pretest dan post test pemberian buah pepaya 0.000. karena nilai 0.000 lebih kecil dari < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, artinya ada pengaruh pemberian buah pepaya terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Kesimpulan terdapat hubungan antara pengaruh pemberian buah pepaya terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Mauk.
Hubungan Dukungan Orang Tua Dan Sikap Remaja Putri Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi SDN Lastri Mei Winarni; Shinta Rizki Utami; Ayu Pratiwi; Nuryanti; Acih Suarsih
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 1 No. 2 (2024): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO), 20% perempuan sejak usia 10 tahun telah mengalami menarche. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan melaporkan 30% usia 13 tahun sudah mengalami menarche. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dan sikap remaja putri dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SDN Periuk Kota Tangerang. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan di SDN Periuk, waktu pengumpulan data Juni-Juli 2023. Populasi sebesar 138 responden, dan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mengukur dukungan orang tua, sikap, dan kesiapan menghadapi menarche. Analisis menggunakan Chi-square digunakan. Hasil: Mayoritas remaja putri memiliki dukungan orang tua yang baik (50,7%), sikap positif terhadap menarche (50%), dan kesiapan yang baik (54,3%). Uji Chi-Square menemukan hubungan signifikan antara dukungan orang tua dan kesiapan menghadapi menarche (p-value 0,007 < 0,05). Hubungan signifikan juga terlihat antara sikap remaja putri dan kesiapan menghadapi menarche (p-value 0,0001 < 0,05). Kesimpulan: Dukungan orang tua dan sikap remaja putri berhubungan positif dengan kesiapan menghadapi menarche, menunjukkan peran penting keduanya dalam persiapan menghadapi tahapan ini. Disarankan sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan edukasi mengenai kesiapan menarceh pada siswi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Mauk Acih Suarsih; Ega Dea Zahsya; Lastri Mei Winarni
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 2 No. 1 (2025): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Menurut United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada tahun 2020, stunting merupakan permasalahan global dan prevelensi balita di seluruh dunia pada tahun 2019 menunjukkan sekitar 21,3% atau 144 juta balita yang mengalami stunting. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perilaku pencegahan stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Mauk. Metode Penelitian : Menggunakan metode penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampling pada penelitian ini adalah ibu balita di Wilayah Puskesmas Mauk sebanyak 120 responden. Teknik sampling dengan menggunakan teknik accidental sampling . Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji spearman rank. Hasil Penelitian : Presentase terbanyak yaitu tingkat pengetahuan kurang dengan perilaku kurang sebanyak 56 responden (46,7%) dan presentase terendah yaitu tingkat pengetahuan kurang dengan perilaku baik sebanyak 1 responden (0,8%), Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman rank yang menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,001 < 0,05 dan r = 0,536. Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perilaku pencegahan stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Mauk. Saran : Diharapkan kepada seluruh masyarakat khususnya orang tua agar dapat menerapkan perilaku pencegahan stunting dengan memberikan makan-makanan yang bergizi seimbang dan dapat menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin.