Lindawati Lindawati
Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gereja sebagai Keluarga Allah Bagi Para Mantan Narapidana [The Church as God's Family for Ex-Prisoners] Yolanda Lase; Lindawati Lindawati
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 5, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i3.7409

Abstract

The church, as a representation of God's family, should actively provide support and guidance to individuals who have been released from prison and are capable of reintegration into society. Unfortunately, in reality, many churches fail to demonstrate acceptance towards former inmates, which leads to their isolation and drives them to seek support in less positive environments. This study utilizes a literature review approach, involving the search, selection, and evaluation of published materials like books, academic journals, articles, theses, and prior research reports relevant to the subject. The findings from this method reveal that the church's role as God's family remains largely unfulfilled, especially concerning those individuals labeled as 'ex-convicts.' Hence, it is imperative for the church to rekindle its commitment to embracing, loving, and guiding former prisoners through spiritual and social assistance, recovery and rehabilitation programs, community empowerment initiatives, and by offering hope and forgiveness to those seeking redemptionBAHASA INDONESIA ABSTRACT: Gereja sebagai keluarga Allah harus berperan dalam memberikan dukungan dan bimbingan kepada para mantan narapidana yang sehat setelah mereka dibebaskan dari penjara. Namun, pada kenyataannya, banyak gereja yang tidak menerima kunjungan mantan narapidana, sehingga kehadiran gereja justru mengucilkan mereka dan mendorong mereka untuk mencari dukungan dan bimbingan di lingkungan yang kurang positif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Metode ini melibatkan pencarian, pemilihan, dan evaluasi literatur yang telah dipublikasikan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, tesis, dan laporan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Berdasarkan metode ini, diperoleh hasil bahwa peran gereja sebagai keluarga Allah belum sepenuhnya terlaksana, terutama bagi mereka yang dikenal sebagai ekses. Oleh karena itu, gereja perlu menyadarkan kembali bahwa hal tersebut termasuk menerima, mengasihi dan membimbing para mantan melalui pendampingan rohani, pendampingan sosial, pemulihan dan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta memberikan pengharapan dan pengampunan kepada para mantan penyandang disabilitas.
Grit, Student Academic Achievement and Factors Affecting It Ihan Martoyo; Lindawati Lindawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p262-269

Abstract

Grit has been shown to be a more influential predictor of success than mere cognitive ability. Research on Grit is still minimal in Indonesia and is often descriptive in nature and does not specifically target student academic achievement. This study aims to fill this gap to reveal the interaction between Grit and student academic achievement. In addition, several aspects of student life were also observed to see their influence on Grit, including length of study, the number of students’ work obligation hours, and the amount of social media/TV consumption. The research was conducted using the Grit Scale.  Purposive sampling was used to collect data from 763 students from the Faculty of Teacher College, Universitas Pelita Harapan, with an age range of 18-22 years from 3 years of class and 4 study programs. Correlation and regression results show that Grit is associated with student academic achievement (r=.14, p<.01), and can predict student academic achievement significantly (β=.14, p<.001). In addition, there was also an increase in Grit scores from the second, to the third, and the fourth-year students.  The amount of students’ work obligation was found to be a positive predictor of Grit, while the amount of social media/TV consumption was a negative predictor. The implications of this research and the factors that influence students’ Grit will be discussed further.   ABSTRAK  Gereget (inggris: Grit) telah ditunjukkan sebagai prediktor keberhasilan yang lebih berpengaruh daripada kemampuan kognitif semata. Namun demikian, penelitian tentang Gereget masih minim di Indonesia dan sering bersifat deskriptif dan tidak menyasar secara khusus ke prestasi akademis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengisi celah ini untuk mengungkap interaksi antara Gereget dan prestasi akademis mahasiswa. Sebagai tambahan, beberapa aspek kehidupan mahasiswa juga diamati pengaruhnya terhadap Gereget, termasuk lama studi, jumlah pemenuhan jam wajib kerja mahasiswa, dan jumlah konsumsi media sosial/TV. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Skala Gereget (Grit-Scale). Purposive sampling digunakan untuk mengambil data dari 763 mahasiswa Fakultas Pendidikan Guru, Universitas Pelita Harapan, dengan rentang umur 18-22 tahun yang berasal dari 3 tahun angkatan dan 4 program studi. Hasil korelasi dan regresi menunjukkan bahwa Gereget berhubungan dengan prestasi akademis mahasiswa (r=.14, p<.01), dan dapat memprediksi prestasi akademis mahasiswa secara signifikan (β=.14, p<.001). Selain itu, juga ditemukan peningkatan nilai Gereget dari mahasiswa tahun kedua, ke tahun ketiga dan keempat. Jumlah jam wajib kerja mahasiswa ditemukan sebagai prediktor positif terhadap Gereget, sedangkan jumlah konsumsi media sosial/TV adalah prediktor negatif. Implikasi penelitian ini dan faktor-faktor yang mempengaruhi Geregetnya mahasiswa akan didiskusikan lebih jauh.