Structured light scanner (SLS) has an opportunity to be used in 3D cadastre data collection since it has affordable capability in capturing 3D object by means of triangulation technique. However, due to its low price, it has several issues when deploying the sensor, including lightning and movement sensitivity as well as inability in capturing wide planar surface. Thus, theresult of this affordable technology needs to be evaluated in order to comply with land administration requrement, as well as to be utilised in other applications including Building Information Model (BIM). The research was accomplished by conducting five main approaches, includingindoor data collection using kinect for windows sensor, data processing, room semantic database development, BIM creation, and validation by comparing Kinect data with other data sourcing methods. It concludes that structured light scanner can be used to create small 3D model of the room with some innovation in the data collection process to overcome the problems encountered. The quality of the data captured by the sensor has reliable accuracy comparing with other three measurement methods, including Terrestrial Laser Scanner, manual tape measurement and electronic distance measurement (distometer). Keywords : Indoor mapping, structured light scanner, 3D cadastre, building information modelABSTRAKTeknologi Structured Light Scanner (SLS) saat ini mempunyai potensi yang menjanjikan untuk digunakan dalam pengumpulan data kadaster 3D.Hal ini dikarenakan sensor SLS mampu merekam obyek secara 3D dengan prinsip triangulasi dengan biaya yang relatif murah.Namun dengan biaya murah tersebut, sensor ini memiliki kelemahan yaitu sensitivitas yang tinggi terhadap pencahayaan dan pergerakan.Selain itu, sensor SLS juga tidak dapat merekam obyek datar yang relatif luas. Oleh karena itu, evaluasi perlu dilakukan dalam penggunaannya sebagai metode pengumpulan data kadaster sehingga kaidah-kaidah yang diperlukan dalam manajemen administrasi pertanahan dan dalam aplikasi lain seperti Building Information Model (BIM) dapat dipenuhi. Penelitian ini diselesaikan dengan menggunakan lima tahapan, yaitu pengumpulan data menggunakan sensor Kinect for Windows, pemrosesan data, pembangunan basis data semantik untuk ruangan, pembuatan BIM, dan validasi hasil dengan membandingkan data yang diperoleh dari sensor Kinect dengan data dari pengukuran menggunakan metode peralatan survei yang lain. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sensor SLS dapat digunakan untuk membangun model 3D untuk ruangan kecil dengan beberapa inovasi yang perlu dilakukan dalam tahap pengumpulan data untuk mengatasi kelemahan-kelemahannya.Selain itu, kualitas data hasil rekaman mempunyai ketelitian yang cukup akurat jika dibandingkan dengan tiga metode pengukuran lain, yaitu Terrestrial Laser Scanner, pita ukur dan Electronic Distance Measurement (distometer).Kata kunci: Pemetaanruangan, structured light scanner, kadaster 3D, model informasi bangunan