Tingkat literasi membaca siswa sekolah dasar di Indonesia masih berada pada kategori rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh data PISA 2022 dan ANBK 2023. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami makna tersirat, membuat inferensi, dan menilai isi bacaan secara kritis. Permasalahan ini semakin kompleks karena proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang masih bersifat tradisional, kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, serta belum memanfaatkan teknologi dan unsur budaya lokal secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teknologi yang bersifat interaktif dan kontekstual guna meningkatkan kemampuan membaca siswa pada aspek literal, inferensial, dan evaluatif. Proses pengembangan dilakukan melalui beberapa tahap, yakni studi pendahuluan, desain model, uji validitas dan kepraktisan, serta uji efektivitas menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D). Model yang dikembangkan memadukan narasi lokal, keterlibatan aktif siswa, dan teknologi digital interaktif. Temuan penelitian membuktikan bahwa model ini layak digunakan, mudah diterapkan, dan mampu meningkatkan literasi membaca secara signifikan. Kesimpulan utama menyatakan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang memadukan teknologi dan nilai-nilai lokal dapat menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual, bermakna, relevan dengan kebutuhan abad ke-21, serta memperkuat jati diri budaya peserta didik