Pembangunan nasional tidak lepas dari pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur di daerah-daerah. Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang peduli akan pembagunan infrastruktur daerah untuk masyarakat Sejak dimulainya era desentralisasi, kewenangan untuk menentukan prioritas pembangunan daerah lebih banyak diberikan kepada pemerintah daerah, mengingat pemerintah daerah lebih memahami sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Salah satu ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat atas pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah adalah lndeks Kepuasan Layanan lnfratruktur (IKLI). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa dan review Indek Kepuasan Layanan Infrastruktur Kawasan permukiman Di Kabupaten Madiun. Metode penelitian pengukuran indek kepuasan layanan infrastruktur Kawasan permukiman Kabupaten Madiun terdapat enam tahapan, yaitu studi pustaka, desain survei, survei lapangan, penilaian survei, analisa gap dan penyajian data. Hasil penelitian sektor Air minum adalah sebesar 74,50 dengan kategori kurang Baik, dengan harapan masyarakat terhadap layanan infrastruktur adalah di angka 81,88 dengan kategori penting. Dari hasil analisa tersebut air minum masuk pada kategori prioritas utama untuk ditingkatkan layanannya, karena saat ini kurang bisa mewakili ekspektasi yang tinggi dari masyarakat. Pada sektor persampahan indeks kepuasan layanan persampahan adalah sebesar 77,12 dengan kategori baik, dan indek harapan masyarakat adalah sebesar 79,34 dengan kategori penting. Pada sektor sanitasi indeks kepuasan layanan sanitasi adalah sebesar 95,90% dengan kategori baik, sedangkan indeks harapan masyarakat adalah sebesar 80,83 dengan katogori penting.