Rahmatia Susanti, Rahmatia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMETAAN PULAU KECIL DENGAN PENDEKATAN BERBASIS OBJEK MENGGUNAKAN DATA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) Ramadhani, Yoniar Hufan; Rokhmatulloh, Rokhmatulloh; K., Aris Poniman; Susanti, Rahmatia
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.602 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2015.17-2.223

Abstract

Pulau kecil memiliki ukuran yang kecil, ekosistem yang rentan dan sumberdaya yang terbatas, sehingga dampak dari permasalahan pembangunan akan lebih terlihat. Ketersediaan data keruangan menjadi salah satu sebab timbulnya kesalahan dalam pengelolaan pulau kecil. Secara umum pemetaan pulau kecil membutuhkan data citra dengan resolusi tinggi dikarenakan ukurannya. Namun ketersediaan data yang terbatas masih menjadi kendala terutama pada area yang jauh dari pulau utama. Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sebagai teknologi yang mampu melakukan akuisisi data dengan ketinggian rendah, menghasilkan citra beresolusi tinggi bisa menjadi solusi dalam penyediaan data untuk pemetaan pulau kecil. Penelitian ini mengkaji penggunaan data yang dihasilkan dari UAV menggunakan analisis digital berbasis objek (GEOBIA) untuk pemetaan penutup lahan pulau kecil. Analisis digital berbasis objek dilakukan untuk otomatisasi pengolahan data pemetaan pulau kecil dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi hasil pemetaan dibandingkan dengan interpretasi visual yang selama ini sering dilakukan. Untuk keperluan ini, foto udara hasil dari UAV diturunkan menjadi citra orthofoto resolusi sangat tinggi dan model permukaan digital (DSM). Pada tahapan klasifikasi, analisis digital dengan pendekatan berbasis objek digunakan untuk mengkelaskan empat jenis objek yaitu bangunan, pohon, rumput/semak dan permukaan diperkeras/kedap air. Hasil kajian menunjukkan penggunaan analisis digital berbasis objek dengan menggunakan data hasil UAV memberikan hasil yang sangat baik untuk pemetaan cepat penutup lahan pulau kecil dengan akurasi keseluruhan sebesar 94,4% dan indeks kappa 0,92. Hasil kajian ini memberikan alternatif untuk pemetaan cepat penutup lahan pulau kecil yang seringkali masih menggunakan interpretasi secara visual. Pemanfaatan data UAV juga memberikan solusi keterbatasan ketersediaan data di pulau kecil Indonesia.Kata kunci : pulau kecil, penutup lahan, klasifikasi, GEOBIA, UAVABSTRACTSmall island has a small size, vulnerable ecosystems and limited resources, hence impact of development problems will be more visible in this particular area. Availability of spatial data becomes one of reasons of erroneous in management of small islands. In general, mapping of small islands require image data with high resolution due to its size. However, the limitation on availability data remains a constraint, especially in remote areas. Unmanned Aerial Vehicle (UAV) is a technology that can perform data acquisition at low altitude, produces high-resolution image, so that it can be a solution in providing data for mapping small island. This study examines the use of data generated from the UAV using object-based digital analysis (GEOBIA) for mapping small island land cover. Object-based digital analysis performed for automation of data processing mapping of small islands in improving efficiency and accuracy of the mapping results compared to visual interpretation which has been frequently done. A very high resolution imagery and digital surface models (DSM) produced from UAV aerial photographs for this purpose. At the stage of classification, digital analysis by objectbased approach was used to classify the four classes of objects, namely buildings, trees, grass/shrubs and bare soils/impervious surface. The results showed that the use of object-based digital analysis using data from UAVs provide excellent results for rapid mapping of small island’s land cover with an overall accuracy of 94.4% and kappa index of 0.92.The results of this study provide an alternative for rapid mapping of land cover small islands. Data utilization UAVs also provide solutions to the limitations of the data availability on small islands in Indonesia.Keywords : small island, land cover, classification, GEOBIA, UAV
DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN PESISIR TIMUR PROVINSI LAMPUNG Suwarno, Yatin; Susanti, Rahmatia
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 12, No 2 (2010)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.968 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2010.12-2.123

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika penggunaan lahan pesisir timur Provinsi Lampung dari tahun 1975 sampai tahun 2009. Sumber data yang digunakan adalah citra ALOS AVNIR-2 (resolusi 10m x 10m) tahun 2009, citra Landsat ETM+ (resolusi 60m x 60m) tahun 2000, Peta Penggunaan Lahan Bakosurtanal skala 1:250.000 tahun 1986, dan Peta Topografi JANTOP skala 1:50.000 tahun 1975. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 34 tahun (1975-2009) terjadi dinamika yang berbeda untuk setiap jenis penggunaan lahan. Lahan hutan mengalami penurunan terus dari tahun 1975 sampai tahun 2009, yang diduga karena alih fungsi untuk penggunaan lahan yang lebih ekonomis (perkebunan, tambak, sawah, dan ladang). Penggunaan lahan permukiman dan perkebunan mengalami kenaikan terus, hal ini seiring dengan peningkatan populasi penduduk dan mulai dibukanya berbagai jenis komoditi perkebunan. Adapun lahan sawah dan tambak yang semula naik sampai tahun 2000kemudian turun hingga tahun 2009, ini diduga lebih bersifat pertimbangan ekonomi yaitu pemanfaatan yang lebih menguntungkan pada saat tertentu.Kata Kunci: Dinamika, Penggunaan Lahan, Lahan PesisirABSTRACTThis study examines the dynamics of land use in east coast of Lampung Province from 1975 until 2009. Data sources used were image of ALOS AVNIR-2 (resolution 10m x 10m) in 2009, Landsat ETM+ (60m x 60m resolution) in 2000, Land use map, scale of 1:250.000 from Bakosurtanal in 1986, and Topographic Maps, scale of 1:50.000 from Jawatan Topografi in 1975. The results of this research showed that during 34 years (1975 – 1986) there has been different dynamic for each type of land use. Forest land continues to decrease from 1975 until 2009, indicating the functional transfer for more economical uses (plantations, ponds and rice paddies). The land uses for settlement and plantations have continued to rise, in line with the increase in population and start opening various types of plantation commodities. As for paddy fields and ponds, which initially rose until 2000 andthen fell until 2009, was thought to be more profitable consideration at a given time.Keywords: Dynamics, Land Use, Land Coast.