Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Bahan Bakar Premium dengan Metode Variasi Sudut Pengapian pada Motor Toyota Seri 4K untuk Praktikum Mahasiswa Feny Setiawan; Erman Erman
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.85819

Abstract

Motor (engine) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Toyota Kijang Seri 4K dengan sistem penyaluran bahan bakar menggunakan karburator dan sistem pengapian konvensional. Sudut pengapian menunjukkan posisi saat pengapian berlangsung pada akhir langkah kompresi dalam derajat sudut dan akan berlangsung pada derajat tertentu sebelum titik mati atas. Sudut pengapian erat hubungan terhadap konsumsi bahan bakar. Variasi sudut saat pengapian dilakukan guna mengetahui hubungan antara sudut pengapian terhadap konsumsi bahan bakar. Variasi sudut pengapian sebanyak 3 variasi, yaitu dari 6º, 8ᴼdan 10º.Pengujian konsumsi bahan bakar dilakukan menggunakan buret, bahan bakar yang digunakan premium memiliki research octane number (RON) sebesar 88. Penelitian dilakukan tiga kali yaitu pada putaran mesin (engine) 750 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm. Data hasil penelitian dikumpulkan kemudian dianalisis dalam bentuk tabel dan grafik menggunakan Software Microsoft Excel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan sudut pengapian terhadap konsumsi bahan bakar, serta pengaruh yang signifikan putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar. Kajian penelitian untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar menggunakan variasi sudut pengapian 6ᴼ, 8ᴼ dan 10ᴼ pada motor (engine) Toyota Kijang Seri 4K. Hasil pengamatan dihasilkan bahwa laju konsumsi bahan bakar terendah, dihasilkan oleh sudut derajat pengapian yang dimajukan 2⁰ dari standar yaitu pada sudut derajat pengapian 10⁰.
Pembuatan Tungku Tempa Berbahan Bakar Oli Dengan Memanfaatkan Limbah Oli Bekas Sebagai Penunjang Praktikum Mahasiswa Setiawan, Feny; Widodo, Tri; Pita Sari, Nita
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i2.21387

Abstract

Oli sisa pakai hasil sisa pemakaian pada mesin di buang dan termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun). Akan sangat berbahaya apabila limbah oli langsung dibuang ke tanah ataupun aliran air, karena akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Pemanfaatan akan limbah B3 sudah banyak dilakukan, yaitu dengan cara merubah kedalam bentuk lain menjadi bahan baku bahan bakar diesel, memanfaatakan limbah oli untuk penghangat kandang ternak, dan yang sederhana dimanfaatkan untuk melumasi rantai. Namun ada juga limbah oli langsung digunakan untuk bahan bakar tungku atau kompor berbahan bakar oli. Pembuatan tungku tempa berbahan bakar oli menghasilkan suhu maksimal 620°C. Desain awal alat tungku limbah telah sesuai keinginan, yaitu: tanpa asap dan mudah dihidupkan, dimana waktu pre-heating ± 20 menit. Suhu bagian input limbah oli dan input udara dari keluaran blower tidak panas, cenderung hangat kisaran 26-37 °C. Pada bagian tertentu perlu adanya penggunaan cat anti panas, guna menghindari terkelupasnya cat pada bidang permukaan. Pada bagian- bagian tertentu, terutama pipa besar untuk hembusan udara, rata-rata suhu stabil 37°C pada bagian pangkal input blower, 52°C pada bagian tengah pipa, dan 62°C pada bagian ujung pipa yang kontak ke bagian tungku.Kata kunci:  Limbah Oli, Tungku Oli Bekas, Temperatur, Produk Kompor Oli