Novita Dewi Iswandari
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Comparison of Timed Blood Glucose Levels in Combination Injection Acceptors with Progesterone Injections in Midwife Independent Practices Clinic Agustina Pribadi; Lisda Handayani; Siti Noor Hasanah; Novita Dewi Iswandari
Healthy-Mu Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v8i1.950

Abstract

Injectable contraception is the most widely used because it is practical, cheap and safe. The use of depot medroxyprogesterone acetate injectable contraceptives or combination injections containing the hormone progesterone has the effect of increasing glucose levels. Long-term use will worsen the function of the pancreas in producing insulin and cause serious complications such as diabetes mellitus, nerve damage, heart disease, eye disease and kidney problems. Objective of this research is To know the picture of blood sugar levels when the acceptor injects a combination of injecting progesterone at the Independent Practice of Midwife. This type of quantitative analytical research was carried out in January 2024. The research sample was 41 people who injected the combination and 41 people who injected progesterone. Data collection with acceptor form. Research Result from  the 82 acceptors, the maximum duration of use was ≤ 2 years, namely 50 people (60.98%). The highest parity was in multiparas, 54 people (65.8%), 74 people (90.24%) experienced weight gain. Only 2 people (2.4%) had abnormal blood sugar levels. Data were analyzed using the Wilcoxon test, showing that the average blood sugar level of acceptors who injected the combination was 104.02 gr/dl and progesterone injected 114.39 gr/dl. Shows that the average blood sugar level of acceptors who inject progesterone is higher than those who inject the combination with a p-value of 0.930 (p>0.05), indicating that there is no significant comparison between blood sugar levels when injecting the combination with injecting progesterone. The results of the study showed no significant difference between blood sugar levels during the 1 month injection and the 3 month injection. Considering the influence of progesterone in increasing blood sugar, midwives should check blood sugar values periodically so that blood sugar can be determined.
Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di MAN 1 Amuntai Ulvi Fahriah; Novita Dewi Iswandari; Ika Mardiatul Ulfa
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.220

Abstract

Pendahuluan: PKPR adalah program Pemerintah untuk melayani kesehatan remaja melalui Fasilitas Layanan Kesehatan dan Sekolah. Puskesmas Sungai Malang merupakan Puskesmas yang melaksanakan PKPR dan membina beberapa sekolah yang ada di Wilayah Amuntai salah satunya adalah MAN 1 Amuntai. Tetapi permasalahan yang terjadi adalah kegiatan hanya dilakukan satu kali  dalam satu tahun sehingga siswa merasa kurang terhadap pelayanan yang dilakukan. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Di MAN 1 Amuntai. Metode: Metode menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 remaja. Hasil: Hasil pengetahuan responden melalui kuesioner yang dibagikan didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar adalah cukup dengan jumlah 28 orang atau 56%, pengetahuan baik terdapat 12 orang (24%) dan pengetahuan kurang terdapat 10 orang (20%). Kesimpulan: Sebagian besar pengetahuan remaja tentang program PKPR adalah cukup, hal tersebut kemungkinan diakibatkan kurangnya waktu dalam pelaksanaan pelayanan PKPR, sehingga diharapkan pihak sekolah dan Puskesmas dapat lebih sering memberikan informasi dan edukasi sesuai dengan program PKPR pada remaja.
Analisis Kejadian Kepatuhan Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanta Eva Dwibudipertiwi; Novita Dewi Iswandari; Siti Noor Hasanah
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.222

Abstract

Pendahuluan: Ketidakpatuhan waktu penyuntikan dapat mengurangi efektifitas KB suntik sehingga berkaitan dengan kejadian kehamilan tidak diinginkan. Berdasarkan teori karakteristik umur, pendidikan, jumlah anak dan akses terhadap faskes dapat mempengaruhi kepatuhan melakukan kunjungan ulang. Faktor dukungan suami juga merupakan unsur pendukung yang mempengaruhi kepatuhan. Tujuan: Mengetahui hubungan umur, pendidikan, jumlah anak, akses terhadap faskes dan dukungan suami dengan kepatuhan akseptor KB melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja Puskesmas Tanta. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari 2023. Sampel berjumlah 36 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis data chi-square. Hasil: Ada hubungan signifikan antara umur (p=0,010), akses terhadap faskes (p=0,020) dan dukungan suami (p=0,014) dengan kepatuhan akseptor kb suntik melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja puskesmas tanta. tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,602) dan jumlah anak (p=0,647) dengan kepatuhan akseptor KB suntik melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja Puskesmas Tanta. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, akses terhadap faskes dan dukungan suami dengan kepatuhan akseptor kb suntik melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja Puskesmas Tanta.
Analisis Kejadian Kista Ovarium pada Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh Tahun 2021 Ria Ulfah; Novita Dewi Iswandari; Fadhiyah Noor Anisa
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.289

Abstract

Pendahuluan: Kista ovarium adalah benjolan yang membesar seperti balon yang berisi cairan yang tumbuh didalam indung telur, Meskipun Kebanyakan kista bersifat jinak atau tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis kista dapat berpotensi menjadi ganas. Jumlah kasus kista ovarium di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 13.310 kasus dengan angka kematianmencapai 7.842 orang meninggal yang diakibatkan oleh adanya komplikasi dan keganasan yang terjadi karena gejala yang tidak dirasakan oleh pasien hingga terjadi metastasis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Kejadian Kista Ovarium Pada Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode case control jumlah sampel sebanyak 64 orang yang terdiri dari Kejadian Kista Ovarium dan Gangguan Reproduksi pada pasangan usia subur pada buku Register di RSUD Tahun 2021. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk menguji hipotesis komparatif kedua variabel. Hasil: Didapatkan hasil Paritas primipara sebanyak 18 orang (28,1%), multipara dan grande multipara sebanyak 46 orang (71,9%), Pendidikan didapatkan pendidikan rendah sebanyak 26 orang (40.6%), dan pendidikan tinggi sebanyak 38 orang (59.4%), Pekerjaan didapatkan bekerja sebanyak 30 orang (46.9%) , dan tidak bekerja sebanyak 34 orang (53.1%), dan umur didapatkan umur beresiko 44 orang (68.8%) , dan tidak beresiko 20 orang (31.2%). Kesimpulan: Hasil penelitian ada hubungan antara Paritas, Pendidikan, Pekerjaan dan umur pada kejadian kista ovarium,