Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan suatu individu ketika mengidap suatu penyakit tertentu yang dilakukan dengan cara memilih atau membeli obat-obatan secara bebas tanpa pengawasan dokter yang bertujuan untuk mencapai kesembuhan, beberapa alasan terjadinya swamedikasi ini adalah adanya pengaruh dari budaya keluarga, kepercayaan pada pengobatan tradisonal, masalah privasi, jarak antara rumah dengan pelayanan kesehatan, biaya yang relatif lebih mahal. Pada pelaksanaannya, pengobatan terhadap diri sendiri atau disebut juga swamedikasi dapat menyebabkan masalah terkait obat (Drug Related Problem) akibat kurangnya pengetahuan tentang obat dan cara penggunaannya dan juga masalah baru lain yang berupa penyakit yang tidak kunjung sembuh karena adanya ketergantungan dan resistensi dari bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya, pengetahuan dan pola swamedikasi pada Mahasiswa jurusan kesehatan pada 3 Universitas di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan suatu penelitian kuantitatif deksriptif yaitu menggunakan metode survey. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner via google form yang selanjutnya akan dianalisis untuk dapat dapat menggambarkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dalam melakukan swamedikasi dari ketiga universitas tersebut termasuk kedalam kategori baik. Adapun upaya yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut adalah dengan membeli obat sesuai dengan keluhan yang dialami, kemudian responden bertanya kepada apoteker mengenai aturan obat yang dibeli. Obat jenis sirup, tablet, dan kapsul adalah jenis obat yang digemari oleh para mahasiswa dari ketiga universitas tersebut.