Angela F. C Kalesaran
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALAWAAN TAHUN 2020-2022 Evalin Nadia Kaheming; Eva M Mantjoro; Angela F. C Kalesaran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15872

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini. Kejadian kasus DBD yang mengalami fluktuasi di wilayah kerja puskesmas Talawaan dari tahun 2020-2022. Tahun 2020 terdapat 12 kejadian DBD, tahun 2021 terdapat 4 kejadian dan tahun 2022 terdapat 52 kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kejadian DBD menurut usia, jenis kelamin dan mengetahui gambaran spasial penyebaran kejadian DBD berdasarkan kepadatan penduduk, penyelidikan epidemiologi, dan  fogging focus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi pendekatan Sistim Informasi Geografis (SIG) dan ecological study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kejadian DBD yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Talawaan. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu seluruh penderita DBD berdasarkan data dari Puskesmas Talawaan tahun 2020-2022 sebanyak 68 kasus. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyebaran kasus DBD dari tahun 2020-2022 paling banyak terdapat di Desa Mapanget. Usia penderita DBD paling banyak pada kelompok anak-anak usia 6-17 tahun (50%) dan jenis kelamin penderita DBD paling banyak pada laki-laki (66.6%). Gambaran spasial kepadatan penduduk menunjukkan meningkatnya kasus DBD pada wilayah yang sangat padat penduduk yang berada di Desa Mapanget. Kesimpulannya pelaksanaan penyelidikan epidemiologi meningkat dalam 3 tahun terakhir, namun untuk fogging focus yang masih kurang dilakukan pada wilayah yang terdapat kasus DBD paling banyak dari tahun 2020-2022. Kejadian DBD dari tahun 2020-2022 paling banyak berada di Desa Mapanget. Berdasarkan penelitian tersebut diharapkan  dapat lebih memperhatikan program intervensi kesehatan yang dapat dilakukan disekitar wilayah penyebaran kasus DBD.