Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI MASYARAKAT PESISIR Mahmuda Syahri; Susilawati Susilawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16024

Abstract

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal. Dalam mewujudkan hidup sehat bagi masyarakat, banyak hal yang perlu dilakukan diantaranya adalah pelayanan kesehatan. Standar Pelayanan Minimal merupakan ketentuan pelayanan bermutu yang secara minimal dilaksanakan oleh Pemerintah daerah dengan target pencapaian SPM 100% setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus (Case Study). Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam hal-hal yang terkait dengan belum tercapainya indikator program kesehatan ibu dan anak di wilayah pesisir saat ini. Program pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat pesisir sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di daerah tersebut. Masyarakat pesisir sering menghadapi tantangan kesehatan yang unik, seperti terbatasnya akses ke layanan kesehatan, sanitasi yang buruk, dan prevalensi penyakit menular yang tinggi. Program layanan kesehatan ibu dan anak dapat membantu mengatasi tantangan ini dengan menyediakan akses ke layanan kesehatan esensial, seperti perawatan sebelum melahirkan, layanan persalinan, dan perawatan setelah melahirkan. Program-program ini juga dapat memberikan pendidikan dan dukungan kepada ibu dan keluarga tentang topik-topik seperti gizi, menyusui, dan tumbuh kembang anak.
Penerapan Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Petani Siti Khadijah; Susilawati Susilawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.124

Abstract

Profesi petani memiliki risiko kecelakaan dan penyakit yang tinggi karena rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kalangan petani. Kondisi ini menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan dan penyakit yang dapat menurunkan kinerja petani serta merugikan mereka secara sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui bagaimana penerapan perilaku K3 pada petani di Desa Sukaraya. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada petani di desa tersebut masih tergolong kurang baik. Hal ini terlihat dari minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD) di kalangan petani saat bekerja serta jam kerja yang cukup panjang yaitu berkisar antara 8 hingga 12 jam atau bahkan lebih per harinya.
Analisis Penerapan Keselamatan Pekerja Terhadap Risiko Bahaya di Pabrik Tahu Sumedang Putri Deli Fahmi Tegar; Susilawati Susilawati
Jurnal Pengetahuan dan Pendidikan Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The manufacturing industry is an industry that processes raw materials into semi-finished materials and finished goods, the application of K3 in tofu factories must be carried out with applicable SOPs including the use of PPE and working hours but there are still many found to be inappropriate, this can lead to work accidents. Research objective: this aims to find out how the application of K3 to the risk of harm to Sumedang Tofu Factory manufacturing workers in Deli Serdang Regency. Methods: This research uses descriptive qualitative, the research object is workers in the tofu factory with a sample of 5 people with data collection techniques, namely in the form of observation, interviews, and documentation. Results: The implementation of OSH in tofu factories has not been maximally implemented even though workers use PPE in the form of aprons and shoes but are not equipped with gloves. For the risk of hazards that occur in the form of working hours > 8 hours, workers exposed to hot water during the cooking process, body postures from activities that are less ergonomic, slippery floor conditions so they can slip, and exposure to hot steam and the temperature of the work environment in the boiling location and frying. Conclusion: The importance of using PPE and providing training and supervising workers in carrying out the production process is to increase worker productivity.