Herwanto Herwanto
S1 Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI TERHADAP STATUS GIZI ANAK 3-5 TAHUN DI PUSKESMAS WALANTAKA Ridho Mozaiq Fathara; Herwanto Herwanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16204

Abstract

Status gizi adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan dalam metabolisme tubuh. Banyaknya anak yang menderita gizi kurang, gizi lebih atau gizi buruk disebabkan dari dari ketidak tahuan atau kurangnya pengetahuan orang tua di Indonesia. Gizi buruk merupakan salah satu masalah gizi yang bayak terjadi di Indonesia. Ada dua hal yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu asupan gizi yang kurang dan penyakit infeksi. Nutrisi memainkan peran penting dalam menyembuhkan penyakit. Dengan nutrisi akan memberikan makanan tinggi kalori, protein, dan vitamin-mineral yang cukup untuk mencapai status gizi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dalam pemberian nutrisi dengan status gizi anak. Penelitian analitik dengan desain cross sectional. Variabel bebasnya adalah pemberian asupan nutrisi. Variabel terikatnya adalah status gizi anak. Penelitian dilakukan di Puskesmas Walantaka Kota Serang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pengukuran berat badan serta tinggi badan. Jumlah sampel adalah 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 ibu (65,7%) yang memiliki pengetahuan baik tentang pemberian asupan nutrisi yang tepat dan 24 ibu (34,4%) yang memiliki informasi atau pengetahuan kurang tepat tentang gizi. Terdapat anak dengan status gizi normal sebanyak 36 orang (51,4%), anak dengan status gizi kurang sebanyak 31 orang (44,3%) dan anak dengan status gizi lebih sebanyak 3 orang (4,3%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian asupan nutrisi oleh orang tua terhadap status gizi anak usia 3 – 5 tahun di Puskesmas Walantaka Kota Serang dengan p-value <0,05.
PENGARUH STIMULUS MOTORIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 3–5 TAHUN DI PUSKESMAS WALANTAKA Teresa Vanya Nabela Puspita Prameswari; Herwanto Herwanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16206

Abstract

Setiap manusia akan melalui perkembangan secara bertahap. Perkembangan motorik adalah salah satunya. Perkembangan yang berfokus pada gerakan serta postur / posisi tubuh dan koordinasi halus. Periode keemasan  seorang anak dikatakan pada saat menginjak usia balita. Perkembangan motorik anak yang baik bisa didorong dengan upaya dari berbagai pihak. Keluarga terutama orang tua adalah pihak yang paling utama.. Perkembangan motorik yang tidak sesuai, menjadi hasil dari kurangnya peran orang tua periahal pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan motorik dan pemberian stimulus motoriknya menjadi pusat dan unsur pokok pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kaitan antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Puskesmas Walantaka pada bulan Februari 2023. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional. Diperoleh 71 responden yang terdiri dari 38 anak perempuan dan 33 anak laki - laki dengan rentang usia 3 – 5 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner tentang stimulus motorik oleh orang tua dan pengisian form KPSP yang dibantu peneliti. Hasil yang dipenelitian ini memperoleh 71,8% responden mendapatkan stimulus motorik yang baik, sedangkan  28,2% responden mendapatkan stimulus motorik yang buruk. Didapatkan juga 60,6% responden perkembangan motoriknya normal, dan 39,4% responden perkembangan motorik dengan suspek delay.. Hasil didapatkan dari uji statistic dengan Chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian stimulus motorik dengan perkembangan motorik anak, dengan nilai p sebesar 0,000 (0,001) dan nilai odds ratio 36,9. Didapatkan hubungan yang bermakna antara pemberian stimulasi motorik dengan perkembangan motorik anak usia 3–5 tahun di Puskesmas Walantaka dengan nilai p <0,05.