Melani Rakhmi Mantu
Departemen Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK DI POSYANDU ANGGREK LEBAK BULUS Athari Dhiya Ghassani; Melani Rakhmi Mantu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16265

Abstract

Diare didefinisikan dengan keluarnya cairan abnormal atau tinja yang berbentuk cair, dibarengi dengan peningkatan frekuensi buang air besar (BAB) sebanyak lebih dari sama dengan tiga kali. Komplikasinya yaitu dehidrasi ringan sampai berat dan malnutrisi terutama pada anak kurang dari 5 tahun sehingga dapat mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Pada tahun 2018 Indonesia termasuk ke dalam 15 besar negara dengan angka mortalitas tertinggi akibat diare pada anak, yaitu menembus 7.499 jiwa (0.03%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana tingkat pengetahuan ibu mengenai upaya pencegahan diare pada anak. Untuk penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel secara non – random sampling  yang dilakukan di Posyandu Anggrek Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2022. Metode penelitian adalah memberikan kuesioner yang akan di isi secara langsung kepada ibu yang datang ke posyandu, kemudian data akan di olah menggunakan software SPSS untuk mengetahui frekuensi responden. Subjek penelitian berjumlah sebanyak 118 responden. Variabel terikat dari penelitian ini adalah pencegahan diare dan variabel bebasnya adalah pengetahuan ibu. Hasil dari penelitian didapatkan 104 (88.1%) responden mempunyai pengetahuan yang baik, dan 14 (11,9%) berpengetahuan cukup, maka dari itu dapat disarikan bahwa pemahaman ibu mengenai pencegahan diare di Posyandu Anggrek Lebak Bulus adalah baik.
PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP IMUNISASI ANAK DI 4 TK, CILANDAK Ayinqa Syahira Sudradjat; Melani Rakhmi Mantu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16266

Abstract

    Ayinqa Syahira Sudradjat1*,Melani Rakhmi Mantu 2 Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta1 Departemen Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta2 *Corresponding Author : ayinqa.405200022@stu.untar.ac.id   ABSTRAK Imunisasi dasar diberikan pada saat bayi lahir hingga mencapai usia 9 bulan kemudian lanjut dengan imunisasi ulangan saat berusia 18 dan 24 bulan. Pada tahun 2021 cakupan imunisasi hanya 79,6% di Indonesia karena rendahnya pengetahuan orang tua terhadap imunisasi yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengetahuan dan sikap orang tua terhadap imunisasi dasar dan ulangan anak di 4 Taman Kanak-Kanak, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Untuk penelitian ini menggunakan penelitian analitik cross sectional dengan metode non random sampling dengan pengisian kuesioner dengan google form dan juga kertas hardcopy, kuesioner ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap orang tua apakah baik, cukup atau kurang terhadap imunisasi dasar dan ulangan anak dan juga untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan karakteristik responden. Populasi yang dipilih yaitu seluruh orang tua siswa/I di 4 TK Kecamatan Cilandak dengan besar sampel 260 responden. Data dianalisis menggunakan analisis chi-square dengan variabel bebas yaitu pengetahuan dan sikap orang tua dan untuk variabel terikat yaitu data imunisasi dasar dan ulangan anak. Hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan dan sikap mayoritas baik. Hubungan pengetahuan dengan karakteristik yaitu pendidikan (p-value 0,681), usia orang tua (p-value 0,643), jumlah pra-anak yang dimiliki (p-value 0,902), dan dengan data imunisasi (p-value 0,901) tidak didapatkan hubungan yang signifikan. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan bukan hanya orang tua yang ikut berpartisipasi dalam kepentingan imunisasi tetapi faktor dari pemerintah pun berpengaruh besar dalam upaya keberhasilan imunisasi anak.