Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. Berdasarkan pedoman pencegahan penyebaran COVID-19, pola makan yang sehat dan seimbang, melakukan olahraga atau exercise, waktu istirahat yang cukup dan mengurangi stres dapat meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai gizi terhadap tingkat kecukupan zat gizi dengan status gizi pada mahasiswa Universitas Tarumanagara dari bulan Januari-Mei 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan gizi, tingkat kecukupan zat gizi dengan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), dan status gizi menggunakan IMT. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik dengan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi ke 26. Hasil penelitian didapatkan 63 (82,9%) responden memiliki pengetahuan gizi baik dan 13 (17,1%) responden memiliki pengetahuan gizi sangat baik. Kemudian didapatkan tingkat kecukupan zat gizi cukup sebanyak 64 (84,2%), tingkat kecukupan zat gizi berlebih 9 (11,8%) dan tingkat kecukupan zat gizi defisit 3 (3,9%) responden. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal yaitu sebanyak 56 (73,7%). Hasil uji statistik menunjukan hubungan antara tingkat kecukupan gizi dengan status gizi bermakna (p-value=0,016) sementara tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p-value=1,000). Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan zat gizi dengan status gizi, namun tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi.