Meutia Nanda
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN INFRASTRUKTUR PENYEDIAAN AIR BERSIH DAERAH PESISIR BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DESA DENAI KUALA Meutia Nanda; Nurul Hasanah; Shelly Shabina Putri Sinaga; Wirdah Sufazein Dalimunthe; Shiva Zahragina Gurky; Uday Ihza Mahendra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16369

Abstract

Air penting agi kehidupan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari seperti minum, memasak dan mencuci. Kebutuhan air terus meningkat dikarenakan meningkatnya jumlah penduduk. Masyarakat Desa Denai Kuala menggunakan air bor sebagai sarana untuk mendapatkan sumber air bersih guna keperluan rumah tangga sebab kuliatas air sumur bor terbilang bagus dan bersih. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan memahami persepsi masyarakat tentang infrastruktur penyediaan air bersih di daerah pesisir, mengavaluasi kecukupan pasokan air bersih, mengetahui kendala dan tantangan dalam penyediaan air bersih di daerah pesisir, serta mengevaluasi kelayakan dan keberlanjutan dari infrastruktur penyediaan air bersih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 11 orang yaitu Kepala Desa Denai Kuala dan masyarakat setempat. Hasil penelitian adalah terdapat kendala dalam penyediaan air bersih adalah air keran sumur bor sering macet sehingga air susah keluar, galian sumur yang kurang dalam, faktor kondisi geologis dan struktur tanah yang kurang baik dan kondisi tanah yang lunak serta rumah warga yang dekat dengan beberapa pabrik dan ternak ayam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasokan air bersih di Desa Denai Kuala sudah tercukupi namun masih terdapat kendala dalam penyediaan air bersih sehingga penyediaan infrastruktur air bersih masih belum bisa efektif.