Kesehatan di Indonesia masih menjadi masalah, padahal kesehatan merupakan suatu faktor terjadinya peningkatan indeks dari berkembangnya suatu negara. Indeks kesehatan Indonesia menempati urutan ke-97 dari 167 negara. Pada Tahun 2021 di Sumatra Utara, Kepesertaan BPJS Kesehatan-PBI sebesar 32% sedangkan kepesertaan BPJS Kesehatan-Non PBI sebesar 22,93%. Angka tersebut masih dibawah indeks rata-rata nasional, dimana UHC setiap provinsi harus memiliki indeks minimal 60. Masyarakat memiliki peran terhadap peningkatan indeks kesehatan negara dan memiliki peran aktif untuk masa mendatang terutama pada mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pemanfaatan pelayanan BPJS kesehatan pada mahasiswa FKM UINSU Medan. Metode penelitian ini dilakukan dengan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 juni 2023. Populasi pada penelitian ini berjumlah 340 orang dengan sampel sebanyak 183 sampel yang dilakukan dengan simple random sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa, masih terdapat mahasiswa yang tidak memiliki BPJS sebesar 17.5%. Dimana untuk tingkat pengetahuan, menunjukkan 64.5% dengan penegtahuan baik namun terdapat mahasiswa tingkat pengetahuan akan pelayanan BPJS yang kurang sebesar 4.9%. Sedangkan untuk pemanfaatan BPJS sebesar 74.9% yang memanfaatkan BPJS Kesehatan. Berdasarkan analisi hasil antara hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan BPJS kesehatan pada mahasiswa FKM UINSUÂ didapatkan P Value 0.84 (>0.05) yang artinya tidak ada buhungan yang signifikan/bermakna antara pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan BPJS Kesehatan pada mahasiswa FKM UINSU.