Kehamilan risiko tinggi adalah segala kondisi yang terkait dengan kehamilan di mana terdapat risiko aktual atau potensial terhadap ibu atau janin. Hasil observasi di Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan bahwa pada tahun 2022 sebanyak 1015 kasus kehamilan risiko tinggi yang dideteksi di puskesmas. Berdasarkan data, Puskesmas Mubune memiliki kasus kehamilan risiko tinggi terbanyak yaitu sebanyak 193 kasus. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Mubune Minahasa Utara pada April-Juli 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdata di Puskesmas Mubune yaitu 225 pasien dengan data risiko tinggi sebanyak 82 ibu hamil. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (usia ibu hamil, pengetahuan ibu, dan sikap ibu) dan variabel terikat (kejadian kehamilan risiko tinggi). Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia ibu hamil (p = 0,000), pengetahuan ibu hamil (p = 0,007), dan sikap ibu hamil (p = 0,033) dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Mubune Minahasa Utara. Hasil analisis multivariat menunjukkan nilai exp ? variabel usia ibu hamil pada kategori <20 tahun dan >35 tahun berisiko sebesar 21,6 kali kejadian kehamilan risiko tinggi. Berdasarkan nilai Nagelkerke R-square sebesar 0,763 yang artinya usia ibu hamil, pengetahuan dan sikap secara bersama-sama berpengaruh sebesar 76% terhadap kejadian kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil dan sisanya (100-76,3) sebesar 23,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.