Malaria masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperbaiki di dunia maupun Indonesia dikarenakan angka kesakitan yang masih cukup tinggi. Kematian akibat malaria yang terjadi di seluruh dunia pada tahun 2019-2020 meningkat sebesar 12%, dan pada tahun 2021 ada empat negara meyumbang lebih dari setengah angka kematian malaria di dunia. Indonesia menyumbang kasus terbesar malaria kedua di region Asia setelah India, terutama pada wilayah bagian timur diantaranya Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Provinsi Maluku. Angka kematian akibat malaria masih terjadi di beberapa provinsi Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis data sekunder dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi kasus malaria berdasarkan jenis kelamin dari tahun 2019-2021 mengalami peningkatan, sebagian besar kasus malaria berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah kasus sebanyak 461.953 (57.1%) dan sedikit pada jenis kelamin perempuan dengan jumlah kasus sebanyak 347.348 (42.9%). Distribusi kasus malaria berdasarkan provinsi mengalami peningkatan dan penurunan kasus, untuk kasus tertinggi yaitu terjadi pada Provinsi Papua, sedangkan untuk kasus paling sedikit yaitu terjadi pada Provinsi DI Yogyakarta. Distribusi kematian yang disebabkan akibat malaria pada tahun 2019 berdasarkan kelompok umur yang di dapatkan peneliti hanya terjadi pada bayi (29 hari-11 bulan) dengan jumlah kematian sebanyak 18 (45%), dan balita (12-59 bulan) dengan jumlah kematian sebanyak 22 (55%). Distribusi kematian akibat malaria menurut provinsi di Indonesia pada tahun 2019 yang tertinggi berada di Provinsi Papua dengan jumlah kematian sebanyak 10 kasus kematian, di ikuti Provinsi Jawa Timur sebanyak 9 kematia akibat malaria.