Bambang Wirjatmadi
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C DAN VITAMIN A TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEJAYAN Ovin Brilian Khoirunisa; Bambang Wirjatmadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16872

Abstract

Insiden anemia pada wanita hamil meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi. Namun, ada beberapa makro dan mikronutrien yang mempengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh termasuk protein, vitamin A, dan vitamin C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat konsumsi protein, zat besi, vitamin A, dan vitamin C dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mejayan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode case control. Populasi penelitian berjumlah 78 ibu hamil. Sampel penelitian ini adalah 28 ibu hamil, diambil secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data meliputi nilai hemoglobin, recall 2x24H, dan FFQ. Penelitian ini menggunakan fisher exact test correlation data analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat konsumsi protein (p=0,21), zat besi (p=0,002), dan vitamin C (p=0,21) dengan kejadian anemia  pada ibu hamil, sedangkan antara kadar konsumsi vitamin A (p=1.000) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah kecukupan kadar protein, zat besi, dan vitamin C yang belum memenuhi standar RDA dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil. Sebaiknya, perlu dilakukan edukasi gizi tentang standar kebutuhan gizi pada usia kehamilan dan mendorong keluarga ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi agar optimal.