Tingkat keparahan kondisi DBD dipengaruhi oleh faktor berat badan atau obesitas sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti Sindrom Syok Dengue (SSD). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara berat badan bisa menjadi faktor tingkat keparahan demam berdarah dengue (DBD) hingga menimbulkan sindrom syok dengue (SSD). Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan metode kepustakaan (library research), yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka. Menganalisis teori dan keterkaitan antar variabel melalui buku maupun jurnal secara luring yang ada di perpustakaan maupun daring yang didapatkan melalui Mendeley, Scholar Google maupun media daring lain. Fokus penelitian kepustakaan ini ialah dengan menemukan berbagai teori, hukum, dalil, prinsip, atau gagasan yang digunakan untuk menganalisis dan memecahkan pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh status gizi yakni obesitas terhadap tingkat keparahan DBD, seperti penelitian yang dilakukan oleh Simanjuntak dkk (2023) menunjukkan bahwa adanya hubungan status gizi obesitas terhadap derajat demam berdarah dengue dimana p value = 0,00 < ? 0,05 yang berarti menyatakan hasil yang signifikan. Dimana, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) ini memang dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah obesitas. Bahkan, dalam beberapa kajian yang telah dilakuka, terutama dengan objek anak < 12 tahun menyatakan bahwa obesitas mempengaruhi tingkat keparahan DBD (Demam Berdarah Dengue) hingga menimbulkan kondisi Shock Syndrom Dengue (SSD) dan memungkinkan untuk mengalami komplikasi.