Isfanda Isfanda
Program Studi S1 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PREVALENSI KASUS PUTUS OBAT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA PENDERITA TB DI KOTA BANDA ACEH Link Kam; Nurfitriani Nurfitriani; Edy Cahyady; Isfanda Isfanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17000

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini membutuhkan waktu pengobatan yang lama. Pengobatan dengan waktu yang lama membuat penderita putus minum obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian putus minum obat di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode potong silang (cross sectional) dengan jumlah responden sebanyak 18 orang. Variabel independen pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, fase pengobatan, efek samping obat, pengetahuan, motivasi dan peran pengawas menelan obat. Variabel dependen penderita TB yang putus minum obat di Puskesmas dan Rumah Sakit. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik binomial dengan signifikasi hubungan < 0.05 (p-value < 0,05). Analisis chi-square dan regresi logistik binomial mendapatkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan dengan kejadian putus minum obat pada penderita TB (p-value 0.024 dan 0,035). Usia p-value 0,474, jenis kelamin p-value 0,308, pendidikan p-value 0,163 dan fase lama waktu pengobatan p-value 0,171 nilai ini tidak mendapatkan hubungan. Efek samping obat p-value 0,732, motivasi p-value 0,747 dan peran pengawas menelan obat p-value 0,732 juga tidak mendapatkan hubungan yang bermakna. Terdapat hubungan pengetahuan dengan kejadian putus minum obat. Pengetahuan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kejadian putus minum obat. Peneliti lebih lanjut diharapkan menambahkan jumlah responden dan tempat penelitian untuk hasil yang lebih baik.