Hani Zahrani
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendekatan Hermeneutika dalam Pengkajian Islam Hani Zahrani; Rubini
SALIHA: Jurnal Pendidikan & Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2023): SALIHA : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : STAI Terpadu Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54396/saliha.v6i2.662

Abstract

There are contradictions in the science of Quranic interpretation in Islamic studies. In Indonesia, Adian Husaini opposes Hermeneutics in absolute terms, while M. Qurais Shihab argues that Hermeneutics can be used in interpreting the Qur'an. In Egypt, Hassan Hanafi considers hermeneutics to be applicable in religious texts, while Muhammad Imarah opposes it. Therefore, the hermeneutic approach in Islamic studies needs to be studied to expand knowledge and understanding of the text. This article discusses the definition, characteristics, principles, and role of Hermeneutics in Islamic studies through library research method. Hermeneutics is the interpretation of classical texts developed in various fields. International figures have emerged in Hermeneutics. In the Islamic context, hermeneutics can help interpret difficult-to-understand Quranic verses. With previous developments and evaluations, it is recommended to use Hermeneutics in the future to analyze modern-day texts in books, manuscripts, and news.
Pembinaan Remaja Masjid melalui Program Literasi Al-Qur’an dan Penguatan Karakter Islami di Kebonagung Ceporan Gantiwarno Klaten Rubini Rubini; Hani Zahrani; Icha Saputri
Lentera Salam Institute Vol. 2 No. 1 (2025): LENTERA SALAM INSTITUTE
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/snzeg941

Abstract

Fenomena degradasi moral dan melemahnya literasi Al-Qur'an di kalangan remaja Muslim merupakan tantangan serius yang memerlukan intervensi komprehensif melalui pembinaan karakter Islami yang terintegrasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis kondisi literasi Al-Qur'an dan karakter Islami remaja masjid, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan pembinaan, merancang strategi efektif pembinaan terintegrasi, mengukur dampak implementasi program, serta merumuskan bentuk keberlanjutan pembinaan berkelanjutan di Kebonagung Ceporan Gantiwarno Klaten. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pelatihan intensif, diskusi interaktif, dan praktek langsung kepada 50 peserta dari berbagai kategori remaja masjid. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan membaca Al-Qur'an dari 42% menjadi 84% kategori baik, pemahaman tajwid meningkat 67%, dan internalisasi nilai-nilai karakter Islami mencapai 78% kategori sangat baik. Program berhasil mengidentifikasi faktor penghambat utama berupa keterbatasan waktu pembelajaran (58%) dan kurangnya mentor kompeten (73%). Kesimpulan penelitian menegaskan efektivitas pendekatan terintegrasi dalam meningkatkan literasi Al-Qur'an dan pembentukan karakter Islami remaja, dengan rekomendasi pengembangan program berkelanjutan melalui pembentukan komunitas literasi dan sistem mentoring berkelanjutan.
Kajian Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Hani Zahrani
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/w8yzg907

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam harus mempertimbangkan faktor sosiologis. Hal ini karena sosiologi, sebagai ilmu yang menyelidiki semua elemen kehidupan sosial, termasuk kehidupan beragama, dapat membantu pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang sesuai dengan kondisi sosio-ekonomi Indonesia. Konsep-konsep sosiologis mengatur pembuatan kurikulum, sehingga kurikulum dapat berkembang sesuai dengan landasan pendidikan yang dibutuhkan dalam konteks budaya dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (Library Research) yang melibatkan pengumpulan data dari dokumen, jurnal, dan buku yang berhubungan dengan asas sosiologis dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang sistematis dan objektif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu penerapan konsep-konsep sosiologis dalam konstruksi kurikulum PAI sesuai dengan tujuan kurikulum, yaitu sebagai berikut: Pertama, tujuan kurikulum PAI adalah menciptakan manusia yang bertaqwa, produktif (kreatif), dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan lainnya adalah untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa agar dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, oleh karena itu kurikulum PAI harus mencakup bekal, pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kehidupan. Kedua, sumber-sumber belajar seperti keadilan, kasih sayang, dan toleransi dapat membantu pembentukan kurikulum PAI yang didasarkan pada konsep-konsep sosiologi. Ketiga, pendekatan pembelajaran yang berfokus pada interaksi peserta didik, seperti interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan lingkungan/masyarakat, dapat digunakan dalam konstruksi kurikulum PAI. Keempat, teknik penilaian seperti portofolio, catatan, observasi, wawancara, dan proyek tentang toleransi, hidup bertetangga, gotong royong, dan lain-lain dapat digunakan.
Pembelajaran Tahsin Al-Quran Di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta Rubini; Khotul Asyfiya; Hani Zahrani
Salam Institute Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/q1ykb808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran tahsin al-quran, hasil serta faktor pendukung dan penghambatnya pembelajaran tahsin al-quran di sekolah menengah atas Islam terpadu abu bakar Yogyakarta pada tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan subjek penelitian ini adalah guru tahsin al-quran dan siswa. Analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman dimulai dengan pengumpulan data, redukasi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran tahsin al-quran di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta terdiri dari 3 tahap pembelajaran, yaitu: persiapan, pelaksanan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan terdapat 3 tahapan yaitu pembuka, inti dan penutup. (2) Hasil pembelajaran tahsin al-quran berdasarkan data hasil penilaian semester akhir kelas XI IPS 2 diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 83,46 maka disimpulkan bahwa hasil pembelajaran tahsin al-quran siswi kelas XI IPS 2 sudah cukup baik karena melampaui KKM internal mata pelajaran tahsin al-quran yaitu 80. (3) Faktor pendukung dalam pembelajaran yaitu sarana prasarana yang memadai, tenaga pendidik yang berkompeten dibidangnya, antusiasme, kesadaran dan kesungguhan peserta didik. Faktor penghambatnya yaitu kemampuan belajar peserta didik berbeda-beda, kurangnya motivasi, kesadaran dan rasa malas peserta didik untuk latihan tahsin al-quran dan tidak tersedianya buku panduan tahsin untuk pegangan siswa..