Pemeriksaan hematokrit dilakukan untuk mengetahui perbandingan jumlah sel darah merah dalam volume darah menggunakan satuan persen. Hematokrit dapat diukur menggunakan darah vena maupun kapiler baik menggunakan metode makro maupun mikro. Pemeriksaan hematokrit dipengaruhi tahap pra-analitik, analitik, pasca analitik. Pra-analitik merupakan tahap yang memiliki kesalahan terbesar yaitu 62%, tahap analitik 15%, pasca analitik 23%. Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada tidaknya perbedaan nilai hematokrit metode mikrohematokrit menggunakan darah kapiler pada posisi duduk dan berbaring. Penelitian ini dilakukan di laboratorium hematologi Poltekkes Kemenkes Kaltim, tanggal 17 sampai 18 mei 2023. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiawa jurusan D3 TLM tingkat 3, jumlah sampel sebanyak 20 sampel, sampel diambil dengan cara mngambil darah kapiler yang kemudian di tamping kedalam tabung mikrokapiler. Penelitian ini menggunakan metode True Experience dengan Post Test Only Control Design menggunakan 2 kelompok, duduk dan berbaring. Data dianalisis dengan uji statistik SPSS dengan uji Paired T Test untuk melihat perbedaan nilai hematokrit pada posisi duduk dan berbaring. Diketahui bahwa tidak ada perbedaan nilai hematokrit pada posisi duduk dan berbaring. Uji statistik Paired Sampel T Test menunjukkan nilai sig 0,190. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada perbedaan nilai hematokrit metode mikrohematokrit menggunakan darah kapiler pada posisi duduk dan berbaring.