Husna Husna
Prodi D3 Kebidanan Universitas Dharmas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL TENTANG TREND SEKS BEBAS Siti Khotimah; Husna Husna; Nani Putri Rezeki; Culeksi Yusie Noviana Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17662

Abstract

Perilaku seks bebas dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual yang disebabkan kurangnya pengetahuan. Kurangnya informasi yang baik dan benar dapat mempengaruhi pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan Penyuluhan Melalui Media Audio Visual Tentang Trend Seks Bebas . Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode komperatif dengan rancangan desain yang digunakan adalah pretest-posttest one group design artinya kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, dan setelah diberikan perlakuan, barulah memberikan tes akhir (posttest). Penelitian dilakukan pada tanggal 02 Februari 2023. Lokasi penelitian Di SMP Negeri 04 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja kelas VIII sebanyak 76 orang. Pengambilan Sampel pada penelitian ini menggunakan Simple Random sampling sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan alat berupa lembar Kuesioner Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Independet T-test. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan didapatkan bahwa nilai P-Value = 0,044 < 0,05 artinya ada perbedaan tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan Melalui Media Audio Visual Tentang Trend Seks Bebas. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan Melalui Media Audio Visual Tentang Trend Seks Bebas.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITIUNG II KABUPATEN DHARMASRAYA Sri Indriani; Siti Khotimah; Husna Husna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18524

Abstract

Asuhan Antenatal Care rutin dan sesuai dengan standar pelayanan minimla kunjungan ANC bermanfaat untuk mendeteksi komplikasi kehamilan dan mencegah peningkatan AKI. Menurut data Profil Kesehatan Dharmasraya, AKI di Dharmasraya tahun 2021 merupakan tahun dengan jumlah AKI tertinggi dari 5 tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya mendapatkan pelayanan selama kehamilan seperti kunjungan ANC. Puskesmas Sitiung II merupakan puskesmas dengan K1 paling rendah dengan jumlah ibu hamil sebanyak 482 orang, hanya 239 orang (49,6%) yang melakukan K1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan standar pelayanan minimal kunjungan ANC ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sitiung II Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan instrument penelitian menggunakan kuisioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square melalui aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan Pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan ANC ibu hamil dengan nilai p value 0,144 > 0,05, Ada hubungan Sikap ibu hamil dengan kunjungan ANC dengan p value 0,014 <0,05, Tidak ada hubungan antara Usia ibu hamil dengan kunjungan ANC dengan p value 0,167 > 0,05. Disimpulkan bahwa faktor sikap ibu hamil ada hubungan yang signifikan dengan standar pelayanan minimal kunjungan ANC, sedangkan faktor pengetahuan dan umur tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan standar pelayanan minimal kunjungan ANC.