Kebutuhan zat gizi anak usia 2-5 tahun terus meningkat karena berada pada masa pertumbuhan yang cepat dan aktivitas fisik yang tinggi. Data SSGI tahun 2022 menunjukkan Kabupaten Pasaman memiliki prevalensi underweight tertinggi di Provinsi Sumatera Barat yaitu sebesar 24,8%. Salah satu faktor langsung penyebab kekurangan gizi pada anak karena asupan gizi yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dengan status gizi anak 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Waktu penelitian pada bulan April-Oktober 2022 dengan populasi berjumlah 221 orang. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 53 orang. Pengumpulan data zat gizi makro melalui wawancara menggunakan formulir food recall 1x24 jam dan status gizi anak diukur menggunakan indeks BB/U. Data dianalisis menggunakan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki status gizi normal (71,7%) dan status gizi kurang (28,3%). Tingkat asupan karbohidrat berada pada kategori kurang (83%), asupan protein dengan kategori cukup (77,4%) dan lemak dengan kategori cukup (73,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat asupan karbohidrat dengan status gizi anak (p=0,202) dan ada hubungan antara tingkat asupan protein (p=0,000) dan asupan lemak (p=0,000) dengan status gizi anak. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan kebutuhan zat gizi makro pada anak berhubungan dengan status gizi. Perlu ditingkatkan asupan makanan sumber karbohidrat dan jenis lauk pauk yang bervariasi sebagai sumber protein dan lemak yang baik bagi tubuh anak.