Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fasilitasi Pendaftaran Hak Cipta Motif Batik Kelompok UMKM Kluster Pembatik Kabupaten Wonosobo Muchamad Sugarindra; Rifqi Nasrulloh; Diyon Saputro
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol4.iss2.art3

Abstract

UMKM sebagai sektor yang belum tertangani secara serius, justru menjadi penopang ekonomi bangsa pada era saat ini. Diperlukannya adanya perlindungan hak cipta motif bagi pengrajin batik, karena menjadi UMKM yang banyak digeluti oleh warga di desa tawangsari kabupaten wonosobo ini. Permasalahn pada artikel ini membahas mengenai hak cipta motif yang dapat berpotensi plagiarisme motif batik khas yang berasal dari kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, pendampingan dan evaluasi. Para pelaku UMKM memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai media pemasaran agar konsumen lebih percaya dan yakin akan kualitas batik yang dimiliki oleh dari pebatik Kabupaten Wonosobo. Pendamping serta fasilitas terhadap HAKI untuk para pelaku UMKM memang sangat perlu dilakukan karena hal itu dapat meningkatkan nilai ekonomi para pengrajin batik dalam setiap karyanya.
Design Logo Produk Menggunakan Design Thinking Sebagai Sarana Branding Pada Usaha Pesantren: (Studi Kasus : Pesantren Aswaja Nusantara Yogyakarta) Abdullah Azzam; Muchamad Sugarindra; Suci Miranda; Ira Promasanti Rachmadewi; Elisa Kusrini; Rizki Alditama
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol4.iss2.art1

Abstract

Pondok Pesantren Aswaja memiliki beberapa produk-produk unggulan yang diproduksi secara mandiri. Namun Pondok Pesantren Aswaja mengalami kesulitan untuk melakukan perluasan pasar dikarenakan belum memiliki identitas produk yang mencirikan usaha milik Pondok Pesantren Aswaja. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang logo untuk produk-produk Pondok Pesantren Aswaja sebagai identitas utama dan pembeda dengan produk-produk pesaing sehingga Pondok Pesantren Aswaja dapat melakukan branding untuk produk-produk mereka. Metode yang digunakan adalah design thinking yang merupakan metode desain dengan manusia sebagai pusat dalam proses desain. Design thinking merupakan metode yang baik untuk digunakan dalam pembuatan logo produk dikarenakan dapat disesuiaikan dengan strategi perusahaan. Hasil dari kegiatan ini adalah desain logo beserta gambaran implementasi logo pada produk-produk Pondok Pesantren Aswaja yang telah mendapatkan apresiasi dari pihak Pondok Pesantren Aswaja.