Kurangnya fasilitas dan sumber daya yang memadai, yang dapat menghambat profesional kesehatan dalam memberikan intervensi yang diperlukan yang sering berkontribusi terhadap kegagalan dalam menangani kasus-kasus darurat secara efektif. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam menangani situasi darurat juga dapat berkontribusi. Selama observasi peneliti dari 7 orang perawat yang sudah mengikuti pelatihan BTCLS, 3 diantaranya yang mengikuti tetapi belum mampu melaksanakan Standar Operasional Prosedur penanganan pasien cedera kepala berat. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan jalan nafas pada pasien cedera kepala di IGD RSUD Undata. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah perawat pelaksana di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 43 orang. Sampel berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Hasil penelitian dari 77 responden yang menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan baik sebanyak 39 responden (50,6%) dan yang kurang baik sebanyak 38 responden (49,4%). Minat berkunjung kembali sebanyak 49 responden (63,6%) dan tidak berminat sebanyak 28 responden (36,4%), hasil uji Chi-Square nilai p value: 0,000 (p value ? 0,05). Simpulan ada hubungan pengetahuan dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan jalan nafas pada pasien cedera kepala. Saran bagi RSUD Undata agar bisa membuat jadwal penyuluhan atau sosialisasi bisa memberikan penyegaran materi Bantuan Hidup Dasar