Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SITUS WEB SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KONSERVASI: STUDI KASUS TAMAN NASIONAL SEBANGAU ardiyansyah purnama; Misyanto Misyanto
I N F O R M A T I K A Vol 15, No 1 (2023): MEI, 2023
Publisher : STMIK DUMAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36723/juri.v15i1.485

Abstract

Pemahaman konservasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pendidikan. Saat ini media pendidikan tidak hanya dapat kita jumpai dalam bentuk cetak tetapi juga dalam bentuk digital, contohnya World Wide Web atau web. Salah satu lembaga yang menggunakan website tersebut adalah taman nasional yang memiliki fungsi pendidikan konservasi. Pemilihan website Taman Nasional Sebangau (TNS) sebagai studi kasus dalam penelitian ini didasarkan pada visinya untuk menjadi pusat pendidikan konservasi kelas dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan website TNS sebagai media edukasi konservasi. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi web, dan analisis isi. Ada 16 publikasi menyampaikan pengetahuan, 6 publikasi menyampaikan sikap, dan 1 publikasi menyampaikan materi keterampilan. Website TNS sebagai media pendidikan konservasi sudah cukup memenuhi ranah pengetahuan, namun masih perlu perbaikan untuk ranah sikap dan keterampilan.Kata kunci: Pendidikan konservasi, TNS, Media, Website.Understanding conservation can be improved by using educational media. Nowadays, educational media can be found not only in printed form but also in digital form, for example, the World Wide Web or web. One of the institutions that use the website is a national park which has the function of conservation education. The selection of the Sebangau National Park (TNS) website as the case study in this research was based on its vision to be a world-class conservation education center. This study aimed to analyze the TNS website's suitability as a conservation education media. The methods used were interviews, web observation, and content analysis. There were 16 publications conveying knowledge, 6 publications conveying attitude, and 1 publication conveying skill subjects. The TNS website as media for conservation education had already sufficient in fulfilling the knowledge domain, but still, needs an improvement for attitude and skills domains Key word: Conservation education, TNS, Media, Website.
Identifikasi Jenis Lingkungan di Kawasan Hutan Pendidikan Mungku Baru/Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya mariaty; Ardiyansyah Purnama
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 12 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v12i2.3180

Abstract

Keanekaragaman hayati dan nonhayati yang ada di Hutan Pendidikan Mungku Bru salah satunya dipengaruhi oleh karakteristik lingkungannya. Sehingga perlu dilakukan pengidentifikasian jenis lingkungan di Kawasan hutan Pendidikan Mungku Baru. Keragaman makhluk hidup baik Flora dan Fauna dapat ditemukan di wilayah hutan Pendidikan tersebut, mulai dari tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tingkat tinggi. Hewan yang ditemukan mulai dari hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tingkat tinggi. Metode identifikasi yang dilakukan merupakan metode jelajah atau metode observasi sehingga diperoleh karakteristik jenis lingkungan di wilayah hutan Pendidikan Mungku Baru. Jenis Lingkungan yang ada di Hutan Pendidikan yaitu Lingkungan Krangas, Lingkungan Berpasir, Lingkungan Gambut dan Lingkungan Padang Rumput.
Pengetahuan Masyarakat Sekitar Khdtk Mungku Baru Dalam Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Pigo Despriando; Sari Marlina; Ardiyansyah Purnama
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Special Purpose Forest Area (KHDTK) Mungku Baru has great potential in developing non-timber forest products (NTFPs) that can provide economic benefits for surrounding communities. This research aims to analyze the level of knowledge of communities around KHDTK Mungku Baru in utilizing NTFPs as an alternative source of sustainable income. The research method uses a qualitative approach with in-depth interview techniques and participatory observation of communities around the area. The research results show that communities around KHDTK Mungku Baru have fairly good traditional knowledge about NTFP utilization, but are still limited in processing and marketing aspects. The most well-known NTFP commodities among the community include rattan, bamboo, forest honey, resin, and traditional medicinal plants. The main constraints faced are lack of market access, limited processing technology, and suboptimal government support in NTFP development. The recommendations given are the need to increase community capacity through training, formation of local institutions, and development of sustainable NTFP value chains.