Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Feeding Complete Feed Containing Different Acidogenic Value and Effective Fiber Affect Rumen Acidosis Depression Rustomo, B
ANIMAL PRODUCTION Vol 10, No 2 (2008): May
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.489 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ransum komplit (complete feed, CF) dengan kandungan acidogenic value (AV) dan physically effective Neutral Detergent Fiber (peNDF) berbeda,  terhadap tingkat depresi rumen acidosis pada sapi perah. Empat ransum komplit (CF) iso-energi dan iso-protein yang diformulasi dari bahan konsentrat dengan kandungan AV berbeda (AV rendah; LA = 9 mg Ca g-1 DM atau AV tinggi; HA = 6,5 mg Ca g-1 DM), dicampur dengan silase jagung dan alfalfa yang di cacah dengan ukuran partikel berbeda (kasar : CS; dan lembut : FS). Rataan panjang geometris partikel (Xgm) CS = 12,8 mm, FS = 10,2 mm. Perbedaan ukuran partikel hijauan menghasilkan peNDF>1.18 yang berbeda. Empat ekor sapi fistula laktasi dibagi secara acak untuk memperoleh satu dari 4 ransum percobaan  dalam rancangan faktorial (2 x 2) (HACS, LACS, HAFS, dan LAFS). Rumen acidosis dievaluasi dengan pengukuran pH rumen secara kontinyu selama 4 hari berturut turut. Semua ransum percobaan menyebabkan sub-acute rumen acidosis (SARA) dengan tingkat depresi pH rumen yang berbeda. Tingkat depresi rumen acidosis dievaluasi dengan waktu yang di butuhkan ketika pH rumen dibawah atau pada saat pH rumen 5,6 dan 5,8. Peningkatan kandungan AV meningkatkan depresi rumen acidosis, yang ditandai dengan perpanjangan waktu selama pH rumen dibawah 5,6  (135.1 vs. 236.7 min d-1; LA vs. HA, berturut-turut) dan selama pH rumen dibawah pH 5.8 (290.0 vs. 480.6 min d-1; LA vs. HA, berturut-turut). Peningkatan peNDF>1.18 (CS) mampu memperpendek waktu selama pH rumen 5.8 (290.5 vs. 194.9 min/d) untuk sapi yang diberi pakan komplit dengan AV tinggi (HA), tetapi tidak untuk sapi yang diberi CF dengan AV rendah (LA). Peningkatan peNDF ransum dapat membantu memperkecil depresi rumen acidosis ketika diberi pakan CF dengan AV tinggi. Oleh sebab itu, AV dan peNDF dapat digunakan untuk memperbaiki formulasi ransum untuk memperkecil depresi rumen acidosis. (Animal Production 10(2): 102-109 (2008) Kata Kunci: Complete feed (CF), Acidogenic Value (AV), peNDF, pH rumen, rumen acidosis
Why Dry Matter Intake (DMI) in Early Lactation Does Not Fullfill the Entire Energy Requirement of the Lactating Cow? : A Review Rustomo, B
ANIMAL PRODUCTION Vol 9, No 3 (2007): September
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.334 KB)

Abstract

Regulasi intake merupakan fenomena biologis yang kompleks. Berbagai macam signal seperti hormon dan metabolit dapat berperan secara potensial dalam penurunan nafsu makan sapi perah setelah kelahiran. Meskipun leptin telah diusulkan sebagai salah satu faktor yang berpengaruh dalam regulasi intake, kemungkinan leptin tidak berperan besar dalam penurunan intake sapi perah selama awal laktasi. Berdasarkan asumsi strategi sapi perah untuk memobilisasi simpanan lemak tubuh selama awal laktasi, umpan balik signal yang berperan besar dalam regulasi intake selama laktasi adalah produk-produk metabolis dari pemecahan simpanan lemak tubuh. Signal yang berperan dalam penurunan nafsu makan setelah kelahiran kemungkinan berhubungan dengan peningkatan uptake metabolit dalam liver dan oksidasi asam-asam lemak dari produk pemecahan lemak tubuh. Pemahan tentang kemungkinan alasan-alasan mengapa sapi perah tidak dapat meningkatkan regulasi intake pakan secara maksimum segera setelah kelahiran, dapat memberi gambaran dan arah dalam memformulasikan hipotesis-hipotesis riset tentang mekanisme penekanan intake bahan kering sapi perah selama awal laktasi.  (Animal Production 9(2): 190-196 (2007)Kata Kunci: Leptin, bahan kering, energi, sapi perah