Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Layanan Informasi Berbasis Media Audiovisual Terhadap Perilaku Pacaran Siswa Rahma Wati Harbi; Imam Pribadi; Marhani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku negatif pacaran siswa dan memberikan layanan informasi berbasis media audiovisual untuk mencegah perilaku negatif dalam berpacaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan experiment desain one-group, pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas VIII menggunakan teknik cluster random sampling berdasarkan hasil random terpilihlah satu kelas yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Teknik analisis data menggunakan Uji Paired Sample t Test. Hasil penelitian berdasarkan Interpretasi Uji Paired Sample t Test jumlah nilai thitung  14.462 dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.005, maka H0 ditolak Ha diterima dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang di uji dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu terdapat pengaruh layanan informasi berbasis media audiovisual terhadap perilaku pacaran siswa. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan layanan informasi berbasis media audiovisual tingkat perilaku negatif pacaran siswa berada pada kategori rendah pada siswa SMP Negeri 3 Kota Palopo. Kata kunci: layanan informasi, media audiovisual, perilaku pacaran siswa
Efektivitas Teknik Wants, Doing, Evaluation, Planning (WDEP) Terhadap Kedisiplinan Positif Siswa Di SMP Negeri 3 Palopo Abd. Rasyid; Marhani; Taslim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5107

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas teknik Want, Doing, Evaluation, Planning (WDEP) dalam mengembangkan kedisiplinan posotif siswa SMPN 3 Palopo. Desain penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan metode one group pretest posttest design, yaitu membandingkan antara hasil pre-test dan post-test.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 3 Palopo yang berjumlah 50 siswa. Sampel dalam penelitian ini mengambil 8 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis uji T-Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik WDEP efektif dan signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan positif siswa. Dari hasil uji T-Test diketahui Sig. (2-tailed) 0,000 maka 0,000 < 0,05. Melihat hasil tersebut maka teknik WDEP efektif untuk meningkatkan kedisiplinan positif siswa SMPN 3 Palopo. Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat perubahan disiplin positif siswa SMPN 3 Palopo setelah diberikan teknik WDEP. Kata kunci: disiplin positif, teknik WDEP, teknik konseling
Pelatihan Good Agriculture Practices (GAP) Kakao pada Petani Binaan Koperasi Tani Masagena di Kabupaten Luwu Utara Anggra Alfian; Siti Aisa Lamane; Marhani; Diki; Ashar
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i3.1443

Abstract

Kabupaten Luwu Utara merupakan kabupaten penghasil kakao di Sulawesi Selatan. Akan tetapi, produksi kakao pada kabupaten ini mengalami penurunan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) pada perkebunan kakao. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan terkait Good Agriculture Practices (GAP) sebagai upaya peningkatan kapasitas petani binaan Koperasi Tani Masagena. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan pendampingan. Metode penyuluhan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif peserta sebagai sasaran yang dilibatkan dari awal sampai akhir kegiatan dalam program ini. Program dilaksanakan dengan empat kegiatan utama yaitu persiapan, penyusunan bahan, pelatihan dan pendampingan dan finalisasi. Kegiatan pengabdian pelatihan GAP kakao ini telah berhasil membuat tingginya pemahaman dan kapasitas petani binaan Koperasi Tani Masagena setelah diberikan materi. Implementasi GAP ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produksi kakao di Luwu Utara.
IMPLIKASI PENGGUNAAN GADGET PADA PERILAKU SOSIAL REMAJA Nurul Ain Binti Sarifuddin; Imam Pribadi; Marhani
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9, No 1 Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i1.29325

Abstract

This study aims to describe the implications of gadget use on the social behavior of adolescents in Bone Tua Village, Masamba District, North Luwu Regency. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The research informants consisted of 5 people with adolescent criteria who used gadgets and indications of social behavior, so that the technique used in determining informants was the purposive sampling technique. Data was collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed by data reduction steps, data presentation, and conclusion drawn. The validity of the data is strengthened through source triangulation, triangulation techniques, and member checking. The results of the study show that the use of gadgets has two sides of influence. On the one hand, gadgets facilitate communication, provide access to knowledge, and encourage creativity and digital skills of teenagers. On the other hand, uncontrolled use of gadgets has a negative impact on reduced face-to-face interaction, weakened empathy, the emergence of individualistic behavior, a tendency for social isolation, and dependence on cyberspace, Thus, based on the results of data analysis obtained through interviews, observations, and documentation, it can be concluded that the use of gadgets has a significant influence on the formation of adolescent social behavior. The findings of the study show that gadgets have a positive impact, such as ease of communication and obtaining information, but also have a negative impact in the form of reduced direct social interaction, decreased empathy, and a tendency to social isolation if their use is not controlled. Therefore, the role of parents, teachers, and the social environment is indispensable in providing supervision, mentoring, and education so that the use of gadgets can be directed wisely, balanced, and still beneficial for the social development of adolescents.