Nur Apriliyanti
Public Health Faculty, Universitas Ahmad Dahlan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI UPAYA BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA POTENSI PENGEMBANGAN PROGRAM BERHENTI MEROKOK MELALUI POSYANDU REMAJA DI KAMPUNG PENGOK, KOTA YOGYAKARTA Septian Emma Dwi Jatmika; Muchsin Maulana; Nur Apriliyanti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1232

Abstract

Perilaku merokok pada remaja di Yogyakarta masih menjadi masalah Kesehatan masyarakat, salah satunya di Kampung Pengok RW 09, Kota Yogyakarta. Perilaku merokok remaja rentan terhadap penyakit akibat rokok. Sayangnya, pengetahuan perokok remaja di Kampung Pengok tentang manfaat berhenti merokok masih kurang dan itu menjadi salah satu kegagalan mereka saat mencoba berhenti merokok. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk menganalisis upaya berhenti merokok pada remaja. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kampung Pengok RW 09, Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Informan adalah kader Posyandu remaja. Mereka dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak lima informan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Waktu penelitian dari bulan Juli sampai bulan Oktober 2022. Analisis tematik dengan melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok remaja di Kampung Pengok RW 09 telah mengetahui dampak dan bahaya merokok. Mereka melihatnya di bungkus rokok, internet, televisi, bungkus rokok, sharing dengan teman-teman kesehatan, dan sekolah. Namun, sayangnya, mereka tidak merasa rentan terhadap penyakit akibat rokok dan belum memiliki niat yang tinggi untuk berhenti merokok. Mereka pernah mencoba untuk berhenti merokok, namun sayangnya mereka merokok kembali. Menurut mereka, yang menjadi hambatan terberat saat mencoba berhenti merokok adalah lingkungan teman sebaya. Mereka membutuhkan bantuan untuk berhenti merokok. Namun sayangnya, mereka tidak tau harus kemana mencari bantuan untuk berhenti merokok. Kader Posyandu remaja belum memiliki peran untuk membantu remaja berhenti merokok. Oleh karena itu, perlu adanya upaya tindaklanjut di tingkat komunitas untuk membantu perokok remaja berhenti merokok. Upaya pengembangan program berhenti merokok melalui posyandu remaja bisa diinisiasi untuk mengatasi permasalahan perilaku merokok pada remaja.