Produktivitas alat muat dan alat angkut dalam kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup pada sebuah tambang batubara merupakan hal penting karena akan mempengaruhi cepat atau lambatnya lapisan batubara yang berada di bawahnya dapat dilakukan penggalian. Permasalahan umum yang sering dihadapi oleh perusahaan tambang batubara adalah tidak tercapainya target produktivitas dari alat-alat mekanis yang digunakan oleh perusahaan. Permasalahan yang terjadi di PT Bukit Asam Tbk di Pit 3 Timur Banko Barat saat ini adalah belum tercapainya target produksi dari alat angkut Rigid Truck Belaz 75135 yang digunakan dalam kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup di fleet 3004 dan fleet 3007 dengan target produksi sebesar 243.750 m3/bulan untuk bulan januari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai produktivitas alat mekanis yang digunakan, mengevaluasi faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya target produktivitas, dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap faktor-faktor tersebut sehingga nilai produksi alat untuk masing-masing fleet penambangan dapat tercapai. Metode penelitian yang dilakukan diawali dengan studi literatur, observasi lapangan untuk pengambilan data primer dan sekunder secara langsung di lapangan, data yang didapatkan diolah dan dianalisis sehingga didapatkan alternatif penyelesaian masalah, serta mengamati perubahan nilai produktivitas alat setelah dilakukan perbaikan terhadap masalah yang terjadi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu nilai produksi alat angkut pada fleet penambangan 3004 dan 3007 belum dapat mencapai target produksi yang ditetapkan perusahaan sebesar 243.750 m3/bulan. Upaya yang dilakukan dengan cara membersihkan material buangan di sisi jalan angkut sehingga terjadi penurunan waktu edar alat, dan meningkatkan efisiensi kerja alat dengan melakukan perbaikan terhadap hambatan-hambatan yang terjadi. Nilai produktivitas alat pada masing-masing fleet penambangan mengalami peningkatan dan mampu mencapai target produksi bulan januari 2022 yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Peningkatan produksi alat muat fleet 3004 dari 287.792 m3/bulan (118%) menjadi 361.748 m3/bulan (148%), fleet 3006 dari 389.016 m3/bulan (160%) menjadi 403.813 m3/bulan (166%), dan fleet 3007 dari 397.166 m3/bulan (163%) menjadi 412.230 m3/bulan (169%). Sedangkan alat angkut fleet 3004 dari 224.465 m3/bulan (92%) menjadi 280.303 m3/bulan (115%), fleet 3006 dari 286.431 m3/bulan (118%) menjadi 345.690 m3/bulan (142%), fleet 3007 dari 228.235 m3/bulan (94%) menjadi 288.257 m3/bulan (118%)