Ramadhan Santoso
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KOMPARASI PENGATURAN TINDAK PIDANA PERBUATAN CABUL ORANG DEWASA SESAMA JENIS DALAM HUKUM INDONESIA DAN MALAYSIA Ramadhan Santoso
Brawijaya Law Student Journal Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2023
Publisher : Brawijaya Law Student Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramadhan Santoso, Masruchin Ruba’i, Faizin Sulistio Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: ramadhansantos@student.ub.ac.id Abstrak Penelitian ini membahas komparasi pengaturan tindak pidana perbuatan cabul orang dewasa sesama jenis dalam hukum Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, perbuatan cabul sesama jenis hanya dapat dipidana jika dilakukan di depan umum. Akan tetapi, tidak mencantumkan unsur pemidanaan perbuatan cabul sesama jenis yang dilakukan dalam ranah privat. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan pengaturan hukum di Malaysia. Malaysia mengatur terkait tindakan perbuatan cabul yang dilakukan oleh sesama jenis di dalam Laws Of Malaysia Act 574. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengangkat tiga rumusan masalah, yaitu (1) Bagaimana perbandingan pengaturan tindak pidana perbuatan cabul orang dewasa sesama jenis di hukum Indonesia dan Malaysia? (2) Bagaimana urgensi kriminalisasi terhadap perbuatan cabul orang dewasa sesama jenis di Indonesia? dan (3) Bagaimana formulasi pemidanaan terhadap perbuatan cabul orang dewasa sesama jenis dalam Hukum Pidana di Indonesia? Skripsi ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa KUHP belum mengatur mengenai unsur privat dalam perbuatan cabul orang dewasa sesama jenis. Urgensi kriminalisasi perbuatan cabul orang dewasa sesama jenis di KUHP ditinjau berdasar aspek Pancasila, sosiologis, dan kesehatan. Formulasi pemidanaan dalam hukum Indonesia mendatang adalah menambahkan unsur dilakukan dalam ranah privat; ada paksaan atau tanpa paksaan; tanpa ada kekerasan , atau ancaman kekerasan; tanpa dipublikasikan; dan penambahan ketentuan tentang rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Kata Kunci: perbuatan cabul, sesama jenis, LGBT Abstract This research compares the laws regulating obscenity between two same-sex adults in Indonesia and Malaysia. In Indonesia, something can be seen as obscenity of same-sex adults when it is done in public places, but it does not include any aspects of criminalization over obscenity between two same-sex adults in a private scope. This is certainly contrary to the law in Malaysia that regulates this case under the Laws of Malaysia Act 574. Departing from this issue, this research aims to investigate (1) the comparison of the laws regulating obscenity between same-sex adults in Indonesia and Malaysia and (2) the urgency of criminalization of obscenity between same-sex adults in Indonesia, and (3) the formulation of criminalization against same-sex adults involved in obscenity under Criminal Law of Indonesia. This research employed a normative method and conceptual, statutory, and comparative approaches. The research results reveal that the Penal Code of Indonesia does not regulate the private aspects of obscenity done by same-sex adults. The urgency of this conduct should be viewed from the aspects of Pancasila, sociology, and health. The formulation of criminalization in Indonesia can be done by adding the aspect of private element; the aspect of force and without force; the presence of violence or threat of violence; without publication; and the provision of medical and social rehabilitations. Keywords: obscenity, same-sex, LGBT