Dewi Gita Cahyanti, Reka Dewantara, Cyndiarnis Cahyaning Putri Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: dewgitac@gmail.com Abstrak Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang pentingnya pembuatan peraturan perundang-undangan secara tertulis dalam hal menerapkan kebijakan-kebijakan terkait standar ESG. Pilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh karena saat ini terdapat beberapa ragam kriteria dalam pemenuhan ESG. Masing-masing standar disusun oleh lembaga, perusahaan atau organisasi yang berbeda dengan fokus penyajian informasi yang berbeda juga, walaupun masih dalam lingkup ESG. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengangkat rumusan masalah: (1) Apa urgensi pengaturan mengenai kewajiban penerapan prinsip Enviromental, Social dan Governance (ESG) oleh Emiten dalam sistem investasi berkelanjutan? (2) Bagaimana konseptualisasi pengaturan Enviromental, Social dan Governance (ESG) mengenai kewajiban penerapan prinsip oleh emiten dalam sistem investasi berkelanjutan? Kemudian penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan peundang-undangan (statue approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan komparatif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang kemudian akan dianalisis menggunakan interpretasi gramatikal dan interpretasi sistematis. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ESG merupakan salah satu pengaturan yang sepatutnya sangat penting diterapkan namun masih terdapat kekosongan pengaturan terkait ESG di Indonesia. Dengan dibuatnya suatu pengaturan dalam bentuk pasal yang dimasukkan ke dalam Undang-Undang Pasar Modal atau POJK terkait dengan prinsip Environmental, Social dan Governance bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan finansial dalam jangka panjang. Kata Kunci: urgensi, pengaturan ESG, emiten, investasi berkelanjutan Abstract This research studies the essence of making legislation in a written form to implement related policies concerning ESG standards. This research topic departed from varying criteria for fulfilling the ESG. Each standard is constructed by institutions, companies, or organizations different from another different information presentation although it is still within the scope of ESG. Departing from the above issues, this research studies (1) the urgency of the regulation concerning the responsibility to implement environmental, social, and governance principles by issuers under the sustainable investment system (2) the conceptualization of environmental, social, and governance regulation regarding the responsibility to implement the principle by issuers under the sustainable investment system. This research employed normative-juridical methods and statutory, conceptual, and comparative approaches. Primary, secondary, and tertiary data were analyzed using grammatical and systematic interpretations. The research concludes that ESG is deemed important to implement amidst the legal loophole of ESG in Indonesia. The related regulation in the Article added to Capital Market Law or the Regulation of Financial Services Authority regarding environmental, social, and governance principles is expected to support financial growth in the long term. Keywords: urgency, ESG regulation, issuer, sustainable investment