nurkholis kholis, nurkholis
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE RACUT DALAM TASAWUF JAWA ( Kajian Tasawuf Ajaran Penganut Kerokhanian Sapta Dharma di Kabupaten Brebes ) kholis, nurkholis
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 1, March (2018): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v4i1.79

Abstract

Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai budaya spiritual merupakan warisan Bangsa Indonesia. Sebagai kebudayaan rohaniah, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah lama dihayati oleh nenek moyang Bangsa Indonesia. Religi yang menjadi ciri utama kebudayaan spiritual itu telah berakar dari kebudayaan nenek moyang kita jauh sebelum agama – agama yang ada dan diakui di Indonesia. Dengan demikian kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai budaya spiritual merupakan bagian dari kebudayaan nenek moyang kita dan telah lama menunjukkan eksistensinya. Kerokhanian Sapta Dharma merupakan salah satu aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa lahir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Dalam ajaran Kerokhanian Sapta Dharma terdapat Metode racut yang merupakan sebuah pemikiran yang dikembangkan dalam melakukan transformasi dan merupakan bentuk penjabaran ajaran tasawuf dikalangan masyarakat Jawa. Ajaran tasawuf yang bersumber pada pengolahan batin dan bergelut dengan aspek rohaniah diterjemahkan oleh Sri Gutama sebagai bentuk pendekatan diri seorang hamba dengan Tuhannya Kata Kunci : Kepercayaan, Sapto Darmo, Racut,Tasawuf Jawa
Implikasi Hukum Praktik Perkawinan Adat Suku Baduy Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif kholis, Nurkholis
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Thawalib Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Thawalib
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.277 KB) | DOI: 10.54150/thame.v1i2.80

Abstract

Marriage is a natural law that must occur and be carried out by every human being without exception, including for the people of the Baduy Tribe. For the Baduy tribe who adhere to customs and culture, marriage is arranged in such a way that the procedure must be in accordance with applicable customary provisions. The procedure for marriage, starting from the proposal process to fostering a household, is regulated in the binding provisions of Baduy customary institutions. The bride and groom are chosen by their parents, in practice the bride and groom will pronounce the creed, witnessed by Naib as the head. The marriages they carry out are not registered or do not have a marriage book, as is generally the case for marriages carried out by citizens in Indonesia, this is because they collide with what they believe. The implementation of the marriage contract and reception for the bride and groom was carried out at the Traditional Hall led by Pu'un to ratify the marriage. In terms of the marriage system, the Baduy people do not recognize polygamy and divorce. However, they are only allowed to remarry if one of them dies.