Susilawati Sobur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROTOTYPE SISTEM MONITORING STATUS PINTU BERBASIS IOT DENGAN NOTIFIKASI WEB DAN TELEGRAM Apriansa Arwandi Panjaitan; Annastia Reza Dzulha; Susilawati Sobur
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 8 No. 2 (2025): JIRE November 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v8i2.1761

Abstract

Dalam era Revolusi Industri 4.0, Internet of Things (IoT) telah menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan keamanan rumah. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem pendeteksi status pintu berbasis IoT menggunakan ESP8266 yang dikombinasikan dengan sensor magnetik. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pemberian notifikasi real-time kepada pengguna melalui Telegram serta tampilan status pintu melalui website. Dengan adanya fitur alarm sebagai tindakan pencegahan terhadap akses tidak sah, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan rumah dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan sistem keamanan konvensional. Pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi perubahan status pintu secara akurat dengan waktu respons notifikasi kurang dari 2 detik. Hasil ini menunjukkan efektivitas sistem dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.
Pengembangan Sistem E-voting Berbasis Web (Studi Kasus: Pemira Fasilkom Unsika) Anugrah Damaris Hakim; Yuyun Umaidah; Susilawati Sobur
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i3.10371

Abstract

Abstrak. Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fasilkom Unsika menghadapi permasalahan sistemik berupa ketidakkonsistenan metode, mulai dari kegagalan validasi pemilih otomatis pada sistem e-voting sewaan (2022) hingga penurunan drastis partisipasi menjadi hanya 76 suara pada sistem luring (2023-2024). Guna memenuhi amanat Undang-Undang PEMIRA 2025, penelitian ini mengembangkan sistem "Web E-Vote" mandiri berarsitektur serverless dan edge computing. Sistem dibangun menggunakan Cloudflare Workers, Hono, Cloudflare D1, dan Vue.js, yang dilengkapi fitur Two-Factor Authentication (2FA) via email institusi, kewajiban swafoto, E-Receipt kriptografis, dan Immutable Audit Logs. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Waterfall. Hasil pengujian menunjukkan 100% path coverage pada White Box Testing, status 'Valid' pada seluruh skenario Black Box Testing, dan tingkat kelayakan 92,01% pada User Acceptance Test (UAT) berbasis TAM. Evaluasi kinerja di lingkungan produksi nyata membuktikan keandalan sistem dengan keberhasilan 100% dari 53.374 permintaan, rata-rata latensi 65,72 ms, 0 kasus double voting, dan efisiensi biaya infrastruktur 100%. Sistem ini terbukti tangguh dan layak diimplementasikan sebagai kerangka standar demokrasi digital kampus yang transparan.   Abstract. The General Student Election (Pemira) at Fasilkom Unsika faces systemic issues, from automated voter validation failures in a rented e-voting system (2022) to a drastic participation drop to 76 votes in the offline system (2023-2024). To fulfill the 2025 PEMIRA Law mandate, this study develops an independent "Web E-Vote" system using serverless architecture and edge computing. The system is built with Cloudflare Workers, Hono, Cloudflare D1, and Vue.js, featuring Two-Factor Authentication (2FA) via institutional email, mandatory selfies, cryptographic E-Receipts, and Immutable Audit Logs. Development utilized the Waterfall method. Testing results demonstrated 100% path coverage in White Box Testing, 'Valid' status across all Black Box Testing features, and a 92.01% feasibility score in a TAM-based User Acceptance Test (UAT). Performance evaluation in an actual production environment proved system reliability with a 100% success rate across 53,374 requests, 65.72 ms average latency, zero double voting cases, and 100% infrastructure cost efficiency. This system is proven robust and highly feasible as a standard framework for transparent campus digital democracy.