Iwan Wibisono
Brawijaya University - Architecture

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Privat Terhadap Kenyamanan Suhu pada Rumah Subsidi di Kota Probolinggo Khariezma Maulidha; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pemenuhan terhadap kebutuhan rumah semakin sulit terpenuhi oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Perumahan bersubsidi menjadi solusi untuk memiliki hunian layak karena mendapat bantuan oleh pemerintah dan tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Namun, perumahan bersubsidi tidak luput dari beberapa permasalahan yaitu karena bangunan rumah dinilai terlalu sempit yang akan berpengaruh pada keadaan lingkungan termal khususnya di Kota Probolinggo. Banyak rumah subsidi di Kota Probolinggo menghilangkan area RTH privat karena ada sisa lahan untuk dijadikan ruangan. Tetapi, menurut Permen PU Nomor 05/PRT/M/2008 RTH privat terdiri minimal 10% dari luas area rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas RTH privat terhadap kenyamanan suhu pada rumah subsidi sebagai kenyamanan beraktivitas penghuninya. Objek penelitian dipilih berdasarkan perbedaan luas RTH privatnya. Metode yang digunakan yaitu deskriptif evaluatif dengan pengukuran lapangan berupa kondisi suhu udara serta metode eksperimental menggunakan software Autodesk Ecotect Analysis 2011. Hasil penelitian menunjukkan luas RTH privat berpengaruh pada kondisi kenyamanan suhu udara pada rumah. Selanjutnya dilakukan simulasi pada rumah dengan kondisi suhu udara yang masih kurang nyaman. Hasil simulasi menunjukkan dengan penambahan luas RTH privat berpengaruh pada penurunan suhu rumah subsidi sehingga suhu berada pada batas hangat nyaman menurut SNI mengenai Batas Kenyamanan Termal di Indonesia. Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau Privat, Kenyamanan Suhu, Rumah Subsidi. House ownership is an obstacle for low-income society. Subsidized housing has been the solution since it is government’s assistance and is not subject to Value Added Tax. Yet, subsidized housings have its own challenges considering its narrow size that affects the thermal environment, including in Probolinggo City. Many of the city’s subsidized housings have eliminated the private green open space. Meanwhile, the regulation of Ministry of Public Works and Housing Number 05/PRT/M/2008 states that the green open space must cover minimum 10% of the house area. This research seeks to understand the impact of private open green space on comfort temperature. The objects of this research were determined by the size of the private green open space. The method used is descriptive evaluative with field measurement of the air temperature conditions and experimental method using the Autodesk Ecotect Analysis 2011 software. The result indicates that the private green open space size affects each house’s comfort air temperature. A simulation was carried out on the house with uncomfortable air temperature condition. The result shows that the private open green space expansion will decrease the house’s temperature to comfortable warm limit according to SNI 03-6572-2001 concerning Limits of Thermal Comfort in Indonesia.Key words: private open green space, comfort temperature, subsidized housings
Pengaruh Elemen Penyusun Taman terhadap Lingkungan Termal Ruang Dalam Bangun Café di Kota Malang Kiara Angela Pranoto; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan suhu udara yang terus terjadi menjadi suatu permasalahan di Kota Malang, sehingga adanya taman pada bangunan dapat menjadi solusi karena taman mampu mengatur iklim mikro, menyerap cemaran udara, dan memperbaiki kualitas udara. Hal ini menyebabkan para pemilik café berlomba-lomba untuk mengaplikasikan taman pada bangunan café agar bangunan memiliki kenyamanan termal yang baik sehingga pengguna tetap merasa nyaman dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif untuk menguji adanya pengaruh dari elemen penyusun taman terhadap lingkungan termal ruang dalam bangunan café dengan dilakukannya pengukuran lapangan berupa suhu udara dan kelembapan udara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa luas tiap elemen penyusun taman dan pemilihan material penyusun pada taman mampu mempengaruhi kondisi termal pada ruang dalam bangunan café. Kata kunci: lingkungan termal ruang dalam, elemen penyusun taman ABSTRACT The constant increase in air temperature is becoming a problem in Malang City, so the presence of gardens in buildings can be a solution because gardens were able to regulate the microclimate, absorb air pollution, and improve air quality. This has caused café owners to compete in applying the garden to the café building so that the building has good thermal comfort so that users continue to feel comfortable in the long term. The research used descriptive and evaluative method to determine the effect of the elements of the garden on the indoor thermal comfort by measuring air temperature and humidity. The results of this research showed that the area of each element of the garden and the selection of materials on the garden were able to affect the indoor thermal comfort of the café building. Keywords: indoor thermal environment, elements of the garden